ASS menolak kembali sekolah
Selasa, 09 Oktober 2012 - 14:09 WIB
ASS menolak kembali sekolah
A
A
A
Sindonews.com - Setelah diusir oleh pihak sekolah, ASS (14) korban perkosaan di Depok makin tertekan dan terus mengurung diri di kamarnya. Orang tua ASS juga tak tahu lagi apakah anaknya akan melanjutkan bersekolah di SMP Budi Utomo Depok.
Ibunda ASS, Rouden Gultom menuntut pihak sekolah untuk meminta maaf kepada media, dan meminta maaf kepada anaknya di depan seluruh siswa, seperti yang dilakukannya pada ASS, Senin 8 Oktober 2012 kemarin.
Rouden menuturkan sejak kejadian kemarin, ASS mengaku tak mau sekolah di SMP Budi Utomo lagi. Namun ia belum tahu apakah ia akan memindahkan anaknya atau tidak.
"Anak saya belum tahu apakah mau sekolah disini lagi atau enggak," katanya kepada wartawan, Selasa (9/10/2012).
Ibu ASS menceritakan perbuatan tidak menyenangkan yang diterima anaknya oleh sekolah. Saat upacara bendera berlangsung, sekolah mengusirnya di depan teman-teman sekolahnya.
"Minder, disindir, masuk ke dalam kelas, disuruh turun, disuruh bawa tas, disuruh bawa barang-barang, disuruh pulang. Malu, takut juga," katanya kepada wartawan.
Secara pribadi, Rouden ingin anaknya kembali ke sekolah karena saat ini sedang berlangsung ujian tengah semester. "Karena lagi UTS (ujian tengah semester), saya enggak mau ketinggalan pelajaran," tegasnya.
Mengenai perlakuan tidak mengenakan dari sekolah, Rouden sedang berusaha dibuatkan MoU bersama Komnas PA.
"Saya sudah koordinasi dengan pihak sekolah, anak saya kan korban bukan pelaku, harusnya dirangkul, dan didampingi, saya kecewa," tutupnya.
Ibunda ASS, Rouden Gultom menuntut pihak sekolah untuk meminta maaf kepada media, dan meminta maaf kepada anaknya di depan seluruh siswa, seperti yang dilakukannya pada ASS, Senin 8 Oktober 2012 kemarin.
Rouden menuturkan sejak kejadian kemarin, ASS mengaku tak mau sekolah di SMP Budi Utomo lagi. Namun ia belum tahu apakah ia akan memindahkan anaknya atau tidak.
"Anak saya belum tahu apakah mau sekolah disini lagi atau enggak," katanya kepada wartawan, Selasa (9/10/2012).
Ibu ASS menceritakan perbuatan tidak menyenangkan yang diterima anaknya oleh sekolah. Saat upacara bendera berlangsung, sekolah mengusirnya di depan teman-teman sekolahnya.
"Minder, disindir, masuk ke dalam kelas, disuruh turun, disuruh bawa tas, disuruh bawa barang-barang, disuruh pulang. Malu, takut juga," katanya kepada wartawan.
Secara pribadi, Rouden ingin anaknya kembali ke sekolah karena saat ini sedang berlangsung ujian tengah semester. "Karena lagi UTS (ujian tengah semester), saya enggak mau ketinggalan pelajaran," tegasnya.
Mengenai perlakuan tidak mengenakan dari sekolah, Rouden sedang berusaha dibuatkan MoU bersama Komnas PA.
"Saya sudah koordinasi dengan pihak sekolah, anak saya kan korban bukan pelaku, harusnya dirangkul, dan didampingi, saya kecewa," tutupnya.
(ysw)