Orangtua harus awasi pertemanan anak
Senin, 08 Oktober 2012 - 20:41 WIB
Orangtua harus awasi pertemanan anak
A
A
A
Sindonews.com - Orangtua diminta lebih ketat mengawasi pola pertemanan anaknya, agar kasus pemerkosaan yang dilakukan teman yang dikenal dari jejaring sosial tidak terjadi lagi.
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan, pihaknya mencatat ada sekira 21 kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh teman yang dikenal dari jejaring sosial sepanjang Januari hingga September 2012.
"Macam-macam, ada yang diculik, dirampok, korban perdagangan manusia, kemudian ada juga yang menjadi korban pelecehan seksual. Bahkan, ada satu kasus di mana korbannya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa lagi," katanya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (8/10/2012).
Dia mengungkapkan, untungnya seluruh pelaku tindak kriminal tersebut berhasil diungkap oleh pihak kepolisian. "Kami juga meminta kepada pihak penegak hukum untuk dapat menangkap para pelaku yang melakukan aksi melalui media sosial," pintanya.
Lebih lanjut, dia juga meminta peran serta orangtua dalam mengawasi pergaulan anak terutama teman yang dimiliki lewat jejaring sosial. Selain itu, pengetahuan akan internet juga mutlak dibutuhkan oleh orangtua dalam mendidik anak terkait penggunaan internet yang sehat.
"Orangtua harus lebih intensif dalam memantau pertemanan anak, khususnya lewat media sosial. Kalau perlu orangtua jangan gagap teknologi (gaptek), dan mengerti dan belajar internet," tandasnya.
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan, pihaknya mencatat ada sekira 21 kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh teman yang dikenal dari jejaring sosial sepanjang Januari hingga September 2012.
"Macam-macam, ada yang diculik, dirampok, korban perdagangan manusia, kemudian ada juga yang menjadi korban pelecehan seksual. Bahkan, ada satu kasus di mana korbannya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa lagi," katanya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (8/10/2012).
Dia mengungkapkan, untungnya seluruh pelaku tindak kriminal tersebut berhasil diungkap oleh pihak kepolisian. "Kami juga meminta kepada pihak penegak hukum untuk dapat menangkap para pelaku yang melakukan aksi melalui media sosial," pintanya.
Lebih lanjut, dia juga meminta peran serta orangtua dalam mengawasi pergaulan anak terutama teman yang dimiliki lewat jejaring sosial. Selain itu, pengetahuan akan internet juga mutlak dibutuhkan oleh orangtua dalam mendidik anak terkait penggunaan internet yang sehat.
"Orangtua harus lebih intensif dalam memantau pertemanan anak, khususnya lewat media sosial. Kalau perlu orangtua jangan gagap teknologi (gaptek), dan mengerti dan belajar internet," tandasnya.
(lil)