Komnas PA protes pengusiran korban perkosaan
Senin, 08 Oktober 2012 - 19:44 WIB
Komnas PA protes pengusiran korban perkosaan
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengajukan keberatannya kepada pihak sekolah terkait pengusiran seorang siswi yang menjadi korban pemerkosaan, dan penculikan oleh teman Facebook-nya.
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat keberatannya kepada pihak sekolah yang mengusir korban. Pasalnya, korban bersama keluarganya telah melaporkan pengusiran tersebut secara resmi kepada Komnas PA.
Dia mengungkapkan, pihak sekolah seharusnya mendukung keinginan korban yang masih mau melanjutkan pendidikannya, setelah menjadi korban pemerkosaan dan masih mengalami trauma atas kejadian itu.
"Korban masih memiliki semangat sekolah, malah dipatahkan oleh segelintir orang yang mengusirnya," katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin (8/10/2012).
Dia menegaskan, pihak sekolah harusnya tahu jika korban bukanlah pelaku dari kejadian yang menimpanya. "Dia itu korban yang dirugikan, dan seharusnya sekolah memahami hal ini," tandasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, akan segera meminta klarifikasi kepada pihak sekolah terkait kejadian pengusiran itu. Hal itu juga dilakukan untuk memastikan kesempatan korban untuk melanjutkan pendidikannya.
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat keberatannya kepada pihak sekolah yang mengusir korban. Pasalnya, korban bersama keluarganya telah melaporkan pengusiran tersebut secara resmi kepada Komnas PA.
Dia mengungkapkan, pihak sekolah seharusnya mendukung keinginan korban yang masih mau melanjutkan pendidikannya, setelah menjadi korban pemerkosaan dan masih mengalami trauma atas kejadian itu.
"Korban masih memiliki semangat sekolah, malah dipatahkan oleh segelintir orang yang mengusirnya," katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin (8/10/2012).
Dia menegaskan, pihak sekolah harusnya tahu jika korban bukanlah pelaku dari kejadian yang menimpanya. "Dia itu korban yang dirugikan, dan seharusnya sekolah memahami hal ini," tandasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, akan segera meminta klarifikasi kepada pihak sekolah terkait kejadian pengusiran itu. Hal itu juga dilakukan untuk memastikan kesempatan korban untuk melanjutkan pendidikannya.
(lil)