Sekolah bantah ASS tak dibolehkan sekolah
Senin, 08 Oktober 2012 - 15:42 WIB
Sekolah bantah ASS tak dibolehkan sekolah
A
A
A
Sindonews.com - Pihak Yayasan Budi Utomo Depok membantah telah mengusir ASS, siswi korban penculikan dan perkosaan oleh sopir angkot D03 jurusan Parung-Depok.
Hingga saat ini pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.
Menurut penuturan ASS kepada Rauden, ibunya ASS, dirinya sudah tidak diperbolehkan lagi sekolah.
“Saat upacara, pembina upacara hanya mengingatkan agar siswa tidak terlibat tindakan asusila. Tidak ada pengusiran," kata Candra, salah satu guru, Senin (8/10/2012).
Menurut Candra, hingga saat ini orangtua korban tidak ada komunikasi dengan sekolah. Dia justru kaget dengan adanya kabar pengusiran tersebut.
"Tidak ada pengusiran sama sekali," tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Siti Nurjanah, menyesalkan adanya tindakan sekolah yang memperlakukan siswanya seperti itu.
"Pendidikan itu hak anak. Jangan semena-mena karena anak sebagai korban," kata Siti.
Jika persoalan ini terkatung-katung, Siti menegaskan, pihaknya akan mendatangi sekolah tersebut dan segera diambil tindakan.
"Itu kalau belum ada itikad baik sekolah dari sekolah untuk menyelesaikan masalah ini," tandasnya.
Akibat kejadian yang menimpa anaknya itu, Rauden telah melaporkan kasus ini ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Rauden melayangkan surat protes terhadap perlakuan sekolah pada ASS.
Sebelumnya, ASS sendiri merupakan korban penculikan dan dinyatakan hilang karena dibawa kabur teman Facebook.
Siswi SMP Budi Utomo ini diketahui ternyata diperkosa teman jejaring sosialnya yang diketahui bernama Den Gilang atau Catur Sugiharto.
Hingga saat ini pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.
Menurut penuturan ASS kepada Rauden, ibunya ASS, dirinya sudah tidak diperbolehkan lagi sekolah.
“Saat upacara, pembina upacara hanya mengingatkan agar siswa tidak terlibat tindakan asusila. Tidak ada pengusiran," kata Candra, salah satu guru, Senin (8/10/2012).
Menurut Candra, hingga saat ini orangtua korban tidak ada komunikasi dengan sekolah. Dia justru kaget dengan adanya kabar pengusiran tersebut.
"Tidak ada pengusiran sama sekali," tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Siti Nurjanah, menyesalkan adanya tindakan sekolah yang memperlakukan siswanya seperti itu.
"Pendidikan itu hak anak. Jangan semena-mena karena anak sebagai korban," kata Siti.
Jika persoalan ini terkatung-katung, Siti menegaskan, pihaknya akan mendatangi sekolah tersebut dan segera diambil tindakan.
"Itu kalau belum ada itikad baik sekolah dari sekolah untuk menyelesaikan masalah ini," tandasnya.
Akibat kejadian yang menimpa anaknya itu, Rauden telah melaporkan kasus ini ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Rauden melayangkan surat protes terhadap perlakuan sekolah pada ASS.
Sebelumnya, ASS sendiri merupakan korban penculikan dan dinyatakan hilang karena dibawa kabur teman Facebook.
Siswi SMP Budi Utomo ini diketahui ternyata diperkosa teman jejaring sosialnya yang diketahui bernama Den Gilang atau Catur Sugiharto.
(maf)