Boedi Oetomo tak bolehkan ASS kembali ke sekolah
Senin, 08 Oktober 2012 - 10:18 WIB
Boedi Oetomo tak bolehkan ASS kembali ke sekolah
A
A
A
Sindonews.com - ASS, siswi kelas XI SMP Boedi Oetomo Depok tak diperbolehkan kembali ke sekolahnya. Padahal hari ini adalah pertama kalinya dia menginjakkan kaki pasca diculik oleh Yogi, sopir angkot D03 jurusan Parung-Depok. Pihak sekolah tidak menerima ASS karena dianggap telah mempermalukan dan tidak menjaga nama baik sekolah.
"Anak saya tidak boleh sekolah lagi. Diumumkan di lapangan upacara. Memang tidak langsung menyebutkan nama anak saya, tapi selesai upacara anak saya langsung tidak boleh masuk kelas," kata Rauden Gultom, ibu ASS, Senin (8/10/20120.
Rauden merasa tidak terima dengan perlakuan yang diterima anaknya. Pasalnya, ASS sangat tidak dihargai. Bahkan ASS disuruh keluar kelas dan membawa tas.
"Anak saya nangis-nangis. Sebelumnya dia hubungi saya melalui telepon temannya kalau saya dipanggil kepala yayasan. Tapi pas saya ketemu kepala yayasan justru dicuekin. Lalu saya datangi anak saya yang lagi nangis depan kelasnya," ucapnya.
Rauden merasa anaknya mendapat perlakuan tak menyenangkan. "Teman-temannya banyak tapi yayasan tidak kasih anak saya sekolah lagi. Saya tidak terima," ujarnya.
Atas kejadian ini, Rauden berencana akan melaporkan ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).
"Sangat disesalkan kejadian ini. Dia sudah menjdai korban tapi masih mendapat perlakuan demikian dari sekolah," kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait ditempat terpisah.
Sebelumnya, ASS sendiri merupakan korban penculikan dan dinyatakan hilang karena dibawa kabur teman Facebook. Siswi SMP Boedi Oetomo ini diketahui ternyata diperkosa teman jejaring sosialnya yang diketahui bernama Den Gilang atau Catur Sugiharto.
"Anak saya tidak boleh sekolah lagi. Diumumkan di lapangan upacara. Memang tidak langsung menyebutkan nama anak saya, tapi selesai upacara anak saya langsung tidak boleh masuk kelas," kata Rauden Gultom, ibu ASS, Senin (8/10/20120.
Rauden merasa tidak terima dengan perlakuan yang diterima anaknya. Pasalnya, ASS sangat tidak dihargai. Bahkan ASS disuruh keluar kelas dan membawa tas.
"Anak saya nangis-nangis. Sebelumnya dia hubungi saya melalui telepon temannya kalau saya dipanggil kepala yayasan. Tapi pas saya ketemu kepala yayasan justru dicuekin. Lalu saya datangi anak saya yang lagi nangis depan kelasnya," ucapnya.
Rauden merasa anaknya mendapat perlakuan tak menyenangkan. "Teman-temannya banyak tapi yayasan tidak kasih anak saya sekolah lagi. Saya tidak terima," ujarnya.
Atas kejadian ini, Rauden berencana akan melaporkan ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).
"Sangat disesalkan kejadian ini. Dia sudah menjdai korban tapi masih mendapat perlakuan demikian dari sekolah," kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait ditempat terpisah.
Sebelumnya, ASS sendiri merupakan korban penculikan dan dinyatakan hilang karena dibawa kabur teman Facebook. Siswi SMP Boedi Oetomo ini diketahui ternyata diperkosa teman jejaring sosialnya yang diketahui bernama Den Gilang atau Catur Sugiharto.
(rsa)