KPU Jabar awasi berkas calon independen
Sabtu, 06 Oktober 2012 - 11:12 WIB
KPU Jabar awasi berkas calon independen
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat (Jabar) memasang CCTV untuk memantau berkas bakal calon (balon) gubernur dan wakil gubernur dari calon perseorangan (independen) Pilgub Jabar 2013.
Sekretaris KPU Jabar Heri Suherman menjelaskan, pemasangan CCTV untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, misalnya tuduhan kepada KPU yang menyembunyikan berkas dukungan.
"Dengan adanya rekaman CCTV, diharapkan tidak ada tuduhan yang tidak diinginkan ke KPU," kata Heri, di KPU Jabar, Jalan Garut, Bandung, Sabtu (6/10/2012).
Pemasangan CCTV di Kantor KPU Jabar, berdasarkan saran dari Polda Jabar. Terlebih, pernah ada kasus tuduhan penghilangan berkas dukungan oleh KPU di suatu kota yang menyelenggarakan Pilkada. Misalnya KPU Kota Cimahi didukan dengan tuduhan menghilangkan data dukungan.
Lanjut Heri, dengan adanya rekaman CCTV, akan terlihat semua kotak dukungan yang diserahkan bakal calon independen ke KPU, bagaimana berpindahnya kardus berkas dukungan, hingga tim KPU menghitungnya. "Jadi diharapkan tidak ada tuduhan. Karena kita punya bukti rekaman," katanya.
Selama penerimaan berkas perseorangan 1-5 Oktober kemarin, KPU Jabar memasang CCTV di 4 titik, yakni tempat parkir tempat awal kedatangan berkas, di jalan masuk menuju Kantor KPU, di lobi, dan di aula.
CCTV berkapasitas 500 giga itu fungsi utamanya merekam, sehingga tidak ada petugas khusus yang memantau CCTV. Hasil rekaman sebagai dokumen KPU. "Kalau ada masalah baru kita dibuka," terang Heri.
Selanjutnya, setelah penerimaan berkas dan perhitungan berkas perseorangan, CCTV tersebut juga akan difungsikan untuk menghadapi verifikasi partai politik mulai 9 Agustus hingga 16 Desember 2012.
KPU Jabar sendiri sejak membuka penerimaan berkas balon independen Pilgub Jabar 2013, sudah menerima empat pasang balon independen, yakni pasangan Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep S Toyib (Dikdik-Toyib), Dedeng Yusuf Maolani-Maman Daning (Damang), Daday Hudaya-Deddy Dores (D2), dan Endang Ilyas dan Mahmud Zaki Fuad.
Sekretaris KPU Jabar Heri Suherman menjelaskan, pemasangan CCTV untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, misalnya tuduhan kepada KPU yang menyembunyikan berkas dukungan.
"Dengan adanya rekaman CCTV, diharapkan tidak ada tuduhan yang tidak diinginkan ke KPU," kata Heri, di KPU Jabar, Jalan Garut, Bandung, Sabtu (6/10/2012).
Pemasangan CCTV di Kantor KPU Jabar, berdasarkan saran dari Polda Jabar. Terlebih, pernah ada kasus tuduhan penghilangan berkas dukungan oleh KPU di suatu kota yang menyelenggarakan Pilkada. Misalnya KPU Kota Cimahi didukan dengan tuduhan menghilangkan data dukungan.
Lanjut Heri, dengan adanya rekaman CCTV, akan terlihat semua kotak dukungan yang diserahkan bakal calon independen ke KPU, bagaimana berpindahnya kardus berkas dukungan, hingga tim KPU menghitungnya. "Jadi diharapkan tidak ada tuduhan. Karena kita punya bukti rekaman," katanya.
Selama penerimaan berkas perseorangan 1-5 Oktober kemarin, KPU Jabar memasang CCTV di 4 titik, yakni tempat parkir tempat awal kedatangan berkas, di jalan masuk menuju Kantor KPU, di lobi, dan di aula.
CCTV berkapasitas 500 giga itu fungsi utamanya merekam, sehingga tidak ada petugas khusus yang memantau CCTV. Hasil rekaman sebagai dokumen KPU. "Kalau ada masalah baru kita dibuka," terang Heri.
Selanjutnya, setelah penerimaan berkas dan perhitungan berkas perseorangan, CCTV tersebut juga akan difungsikan untuk menghadapi verifikasi partai politik mulai 9 Agustus hingga 16 Desember 2012.
KPU Jabar sendiri sejak membuka penerimaan berkas balon independen Pilgub Jabar 2013, sudah menerima empat pasang balon independen, yakni pasangan Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep S Toyib (Dikdik-Toyib), Dedeng Yusuf Maolani-Maman Daning (Damang), Daday Hudaya-Deddy Dores (D2), dan Endang Ilyas dan Mahmud Zaki Fuad.
(san)