Mal & kafe akan di-sweeping, buru pelajar bolos
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 18:32 WIB
Mal & kafe akan di-sweeping, buru pelajar bolos
A
A
A
Sindonews.com - Untuk meredam tawuran antar pelajar, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menggelar razia ke sejumlah pusat perbelanjaan dan kafe-kafe.
Target razia pelajar yang membolos juga akan dilakukan di sejumlah taman dan fasilitas publik lainnya.
"Fasilitas umum akan kita lakukan razia terus," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) KB Antiek Sugiharti, Jumat (5/10/2012).
Data yang dimiliki menyebutkan, tujuan pelajar yang membolos antara lain di Darmo Park, Kembang Kuning, Bambu runcing, Taman Bungkul, Gedung Peluru di kaki Suramadu, Kenjeran, maupun kafe-kafe di berbagai tempat
Saat ini, Pemkot telah membentuk tim gabungan untuk merazia pelajar membolos. Tim itu terdiri dari Dinas Pendidikan (Dindik), Bappemas KB, Satpol PP, maupun pihak kecamatan.
“Jangkauan wilayah Surabaya kan sangat luas. Untuk itu, butuh bantuan berbagai pihak,” terangnya.
Untuk sementara, razia yang dinilai paling berhasil adalah adanya 21 pelajar yang berpesta miras. Demi mengintensifkan pengawasan terhadap siswa, razia yang sebelumnya dilakukan seminggu sekali, sekarang bisa digelar sewaktu-waktu.
Dalam razia ini, tugas satpol PP adalah melakukan penangkapan pelajar yang membolos sedangkan Bapemas memberi konseling.
"Bisa jadi siswa memiliki permasalahan di balik tindakan membolos mereka. Karena itu, akar persoalan harus dicari," terangnya.
Untuk hukumannya, akan diserahkan ke sekolah. Sebab, sekolah biasanya memiliki sejumlah tata tertib yang harus dipatuhi siswa.
Salah satu larangan yang tercantum dalam tata tertib itu adalah tidak boleh membolos. “Jadi, mekanisme hukuman diserahkan ke sekolah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan rencananya akan memberlakukan jam ketat untuk para pelajar. Ada rencana jika jam kepulangan di sekolah akan diperpanjang.
Jika sekolah biasanya memulangkan siswa pada pukul 13:30 WIB, maka jam belajar bisa diperpanjang hingga pukul 15.00 WIB.
Dengan keputusan itu, para pelajar setelah sekolah akan kecapekan sehingga tak sempat untuk keluar rumah dan melakukan sejumlah kenakalan remaja.
“Kami masih melakukan pembahasan. Kami akan menangani persoalan ini dengan berbagai pihak," beber Ikhsan.
Target razia pelajar yang membolos juga akan dilakukan di sejumlah taman dan fasilitas publik lainnya.
"Fasilitas umum akan kita lakukan razia terus," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) KB Antiek Sugiharti, Jumat (5/10/2012).
Data yang dimiliki menyebutkan, tujuan pelajar yang membolos antara lain di Darmo Park, Kembang Kuning, Bambu runcing, Taman Bungkul, Gedung Peluru di kaki Suramadu, Kenjeran, maupun kafe-kafe di berbagai tempat
Saat ini, Pemkot telah membentuk tim gabungan untuk merazia pelajar membolos. Tim itu terdiri dari Dinas Pendidikan (Dindik), Bappemas KB, Satpol PP, maupun pihak kecamatan.
“Jangkauan wilayah Surabaya kan sangat luas. Untuk itu, butuh bantuan berbagai pihak,” terangnya.
Untuk sementara, razia yang dinilai paling berhasil adalah adanya 21 pelajar yang berpesta miras. Demi mengintensifkan pengawasan terhadap siswa, razia yang sebelumnya dilakukan seminggu sekali, sekarang bisa digelar sewaktu-waktu.
Dalam razia ini, tugas satpol PP adalah melakukan penangkapan pelajar yang membolos sedangkan Bapemas memberi konseling.
"Bisa jadi siswa memiliki permasalahan di balik tindakan membolos mereka. Karena itu, akar persoalan harus dicari," terangnya.
Untuk hukumannya, akan diserahkan ke sekolah. Sebab, sekolah biasanya memiliki sejumlah tata tertib yang harus dipatuhi siswa.
Salah satu larangan yang tercantum dalam tata tertib itu adalah tidak boleh membolos. “Jadi, mekanisme hukuman diserahkan ke sekolah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan rencananya akan memberlakukan jam ketat untuk para pelajar. Ada rencana jika jam kepulangan di sekolah akan diperpanjang.
Jika sekolah biasanya memulangkan siswa pada pukul 13:30 WIB, maka jam belajar bisa diperpanjang hingga pukul 15.00 WIB.
Dengan keputusan itu, para pelajar setelah sekolah akan kecapekan sehingga tak sempat untuk keluar rumah dan melakukan sejumlah kenakalan remaja.
“Kami masih melakukan pembahasan. Kami akan menangani persoalan ini dengan berbagai pihak," beber Ikhsan.
(ysw)