Kereta anjlok, batalkan kenaikan tiket!
Kamis, 04 Oktober 2012 - 17:44 WIB
Kereta anjlok, batalkan kenaikan tiket!
A
A
A
Sindonews.com - Kenaikan harga tiket Commuter Line sebesar Rp2.000 dinilai tidak sebanding dengan peningkatan pelayanan yang diberikan PT Kereta Api Indonesia (KAI) kepada penggunanya.
Hal itu tergambar dari peristiwa anjloknya KRL Commuter Line 435 di dekat Stasiun Cilebut, Bogor, Jawa Barat.
Sebagai pembelajaran PT KAI, Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) M Arwani Thomafi mengusulkan, agar kenaikan tiket Commuter Line dibatalkan.
"Oleh karenanya, kenaikan tarif Commuter Line harus dibatalkan", tegas Arwani ketika dihubungi, Kamis (4/10/2012).
Selain itu, dia juga mendesak PT KAI untuk melakukan penyelidikan atas peristiwa anjloknya kereta tersebut.
Karena hingga saat ini masih menjadi pertanyaan, apakah anjloknya KRL tersebut disebabkan faktor human error atau kesengajaan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Yang pasti, anjloknya Commuter Line ini jelas sangat menganggu dan merugikan para pengguna Commuter Line. Apalagi, proses evakuasi membutuhkan waktu yang tidak sebentar sekitar delapan jam," tandasnya.
Hal itu tergambar dari peristiwa anjloknya KRL Commuter Line 435 di dekat Stasiun Cilebut, Bogor, Jawa Barat.
Sebagai pembelajaran PT KAI, Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) M Arwani Thomafi mengusulkan, agar kenaikan tiket Commuter Line dibatalkan.
"Oleh karenanya, kenaikan tarif Commuter Line harus dibatalkan", tegas Arwani ketika dihubungi, Kamis (4/10/2012).
Selain itu, dia juga mendesak PT KAI untuk melakukan penyelidikan atas peristiwa anjloknya kereta tersebut.
Karena hingga saat ini masih menjadi pertanyaan, apakah anjloknya KRL tersebut disebabkan faktor human error atau kesengajaan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Yang pasti, anjloknya Commuter Line ini jelas sangat menganggu dan merugikan para pengguna Commuter Line. Apalagi, proses evakuasi membutuhkan waktu yang tidak sebentar sekitar delapan jam," tandasnya.
(maf)