Jokowi beri catatan khusus buat Rudy
Rabu, 03 Oktober 2012 - 01:26 WIB
Jokowi beri catatan khusus buat Rudy
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur terpilih DKI Jakarta Joko Widodo secara formal akan menyerahkan poin-poin penting kepemimpinan Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) kepada FX Hadi Rudyatmo. Jokowi, demikian pria yang masih menjabat Wali Kota Solo ini disapa akrab, optimistis rekannya itu memimpin Kota Solo lebih baik daripada dirinya.
“Mas Rudy (FX Hadi Rudyatmo/Wawali Solo) itu lebih menguasai. Beliau orang lapangan, jadi tidak masalah meski saya di Jakarta,” ungkap Jokowi di Balai Kota Solo, Selasa (2/10/2012).
Dia mengatakan segera menyusun surat resmi tertuju wali kota Solo yang baru dan kepada pemkot Solo ihwal prioritas penyelesaian pekerjaan rumah. Daftar itu antara lain tentang mengembangkan Perusda Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) di bidang investasi, revitalisasi pasar tradisional, pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Putri Cempo, hingga penataan kawasan di Kota Solo.
“Contohnya Jurug, ini kan sudah mau tahapan lelang, yo ndang lelang. Pasar yang belum dibangun, ndangdibangun. Masalah sampah, tinggal cari investor. Tata ruang kota, setelah Kawasan Gladag, lanjut Bhayangkara trus Veteran,” urainya.
Saat berada di kursi DKI 1, Jokowi mengaku tak akan mengintervensi kebijakan Rudy di Kota Solo. Ia meyakini sistem pemerintahan otomatis menjalankan program-program dalam rencana pembangunan daerah 2010-2015 yang disusunnya bersama Rudy. Mengenai pendamping Rudy mendatang, Jokowi mengatakan memang tidak mudah mencari sosok duet semanis dirinya bersama Rudy.
“Sosoknya harus cukup dikenal masyarakat, bisa diterima masyarakat, mau bekerja dan bisa bekerja sama dengan baik. Yo minimal sing nggantenge koyo aku. Jangan berkumis, mosok wali kotane sesuk berkumis, wakile yo berkumis,” candanya.
Meski demikian, keputusan mengenai pendamping Rudy sebagai Wali Kota Solo mutlak di tangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang membawa dirinya dan Rudy di kursi AD 1 dan AD 2.
“Mas Rudy (FX Hadi Rudyatmo/Wawali Solo) itu lebih menguasai. Beliau orang lapangan, jadi tidak masalah meski saya di Jakarta,” ungkap Jokowi di Balai Kota Solo, Selasa (2/10/2012).
Dia mengatakan segera menyusun surat resmi tertuju wali kota Solo yang baru dan kepada pemkot Solo ihwal prioritas penyelesaian pekerjaan rumah. Daftar itu antara lain tentang mengembangkan Perusda Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) di bidang investasi, revitalisasi pasar tradisional, pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Putri Cempo, hingga penataan kawasan di Kota Solo.
“Contohnya Jurug, ini kan sudah mau tahapan lelang, yo ndang lelang. Pasar yang belum dibangun, ndangdibangun. Masalah sampah, tinggal cari investor. Tata ruang kota, setelah Kawasan Gladag, lanjut Bhayangkara trus Veteran,” urainya.
Saat berada di kursi DKI 1, Jokowi mengaku tak akan mengintervensi kebijakan Rudy di Kota Solo. Ia meyakini sistem pemerintahan otomatis menjalankan program-program dalam rencana pembangunan daerah 2010-2015 yang disusunnya bersama Rudy. Mengenai pendamping Rudy mendatang, Jokowi mengatakan memang tidak mudah mencari sosok duet semanis dirinya bersama Rudy.
“Sosoknya harus cukup dikenal masyarakat, bisa diterima masyarakat, mau bekerja dan bisa bekerja sama dengan baik. Yo minimal sing nggantenge koyo aku. Jangan berkumis, mosok wali kotane sesuk berkumis, wakile yo berkumis,” candanya.
Meski demikian, keputusan mengenai pendamping Rudy sebagai Wali Kota Solo mutlak di tangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang membawa dirinya dan Rudy di kursi AD 1 dan AD 2.
(azh)