Polres Depok jaga ketat lima stasiun
Senin, 01 Oktober 2012 - 12:41 WIB
Polres Depok jaga ketat lima stasiun
A
A
A
Sindonews.com - Penjagaan ketat dilakukan polisi di tiap stasiun. Penjagaan ini untuk mengantisipasi gejolak penolakan kenaikan tiket KRL commuter line (CL).
Sejak Jumat 28 September 2012 tiap stasiun dijaga sekitar 10 polisi dengan persenjataan lengkap. Bahkan, pada hari ini jumlah personel ditambah mencapai 20 orang di tiap stasiun.
"Langkah antisipasi ini untuk mencegah hal tak diinginkan. Sejak Jumat sudah dilakukan penjagaan di tiap stasiun," kata Kapolresta Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni, Minggu (30/9/2012).
Mulyadi mengungkapkan, penjagaan dilakukan di lima stasiun di Depok. Mulai dari Stasiun Universitas Indonesia (UI), Pondok Cina, Depok Baru, Depok dan Citayam. Setidaknya ada 54.809 penumpang KRL dari Depok.
"Untuk mengantisipasi hal tak diinginkan, kami berjaga sejak pagi dan dilakukan bergantian," ucapnya.
Pihaknya mengharapkan, kenaikan tarif ditanggapi dengan baik oleh pengguna KRL. Pasalnya, jika terjadi hal yang tak diinginkan, semua pihak akan merasakannya.
"Maksudnya, tidak ditanggapi dengan cara tak lazim. Tidak dengan rusuh dan sebagainya. Kami berharap penumpang kereta memaklumi kenaikan tersebut dan tidak berbuat hal yang tak diinginkan," tandas Kapolres.
Seperti diketahui, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan, per 1 Oktober 2012 tarif KRL Commuter Line Jabodetabek mengalami penyesuaian dengan tambahan harga tiket sebesar Rp2.000 untuk semua tujuan yang tertera pada tiket.
Penyesuaian tarif tersebut berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT KAI Commuter Jabodetabek dengan nomor: 004/KCJ/DIR-OPS/V/2012 tentang Penetapan Tarif Commuter Line Tahun 2012.
Sejak Jumat 28 September 2012 tiap stasiun dijaga sekitar 10 polisi dengan persenjataan lengkap. Bahkan, pada hari ini jumlah personel ditambah mencapai 20 orang di tiap stasiun.
"Langkah antisipasi ini untuk mencegah hal tak diinginkan. Sejak Jumat sudah dilakukan penjagaan di tiap stasiun," kata Kapolresta Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni, Minggu (30/9/2012).
Mulyadi mengungkapkan, penjagaan dilakukan di lima stasiun di Depok. Mulai dari Stasiun Universitas Indonesia (UI), Pondok Cina, Depok Baru, Depok dan Citayam. Setidaknya ada 54.809 penumpang KRL dari Depok.
"Untuk mengantisipasi hal tak diinginkan, kami berjaga sejak pagi dan dilakukan bergantian," ucapnya.
Pihaknya mengharapkan, kenaikan tarif ditanggapi dengan baik oleh pengguna KRL. Pasalnya, jika terjadi hal yang tak diinginkan, semua pihak akan merasakannya.
"Maksudnya, tidak ditanggapi dengan cara tak lazim. Tidak dengan rusuh dan sebagainya. Kami berharap penumpang kereta memaklumi kenaikan tersebut dan tidak berbuat hal yang tak diinginkan," tandas Kapolres.
Seperti diketahui, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan, per 1 Oktober 2012 tarif KRL Commuter Line Jabodetabek mengalami penyesuaian dengan tambahan harga tiket sebesar Rp2.000 untuk semua tujuan yang tertera pada tiket.
Penyesuaian tarif tersebut berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT KAI Commuter Jabodetabek dengan nomor: 004/KCJ/DIR-OPS/V/2012 tentang Penetapan Tarif Commuter Line Tahun 2012.
(hyk)