Demokrat bidik Oneng jadi cawagub Jabar
Sabtu, 29 September 2012 - 11:40 WIB
Demokrat bidik Oneng jadi cawagub Jabar
A
A
A
Sindondews.com - Nama politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rieke Dyah Pitaloka masuk dalam daftar calon Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar). Terpilihnya mantan komedian sebagai salah seorang calon Wagub Jabar dirilis Tim sukses (timses) Dede Yusuf, Macan Center (MC).
Namun, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Barat (Jabar) Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, menilai pihak Dede Yusuf yang memasukan Rieke “Oneng” ke dalam daftar calon wakil gubernurnya sebagai bagian dari dinamika politik di lapangan yang masih akan berubah. Pihak PDIP, kata TB Hasanudin, tidak mau menanggapinya lebih jauh mengingat itu urusan timses Dede Yusuf.
“Saya tak mau masuk ke dalam rumah tangga orang lain. kecuali kalau sudah clear semuanya, baru kita layarkeun (lamaran), urang paheutken (disepakatkan),” ungkapnya, di Bandung, Jumat (28/9/2012) malam.
Dia menjelaskan, hingga saat ini PDIP masih menjalani proses penjaringan terhadap para kadernya yang akan maju dalam Pilgub Jabar 2013. Belum ada calon resmi, baik untuk calon gubernur (cagub) maupun untuk wakil gubernur dari PDIP Jabar. Begitu juga dengan Partai Demokrat yang masih belum memiliki calon definitif.
“Kalau sekarang (belum ada calon resmi) sama siapa mau dipaheutken (disepakati),” ujarnya.
Dengan belum adanya calon yang definitif, PDIP Jabar belum bisa mengantisipasi dinamika yang terjadi di lapangan. Meski begitu, pihaknya siap menjalin komunikasi politik dengan siapa pun. Disinggung sudah adakah komunikasi politik dengan pihak Dede Yusuf, Hasanudin menjawab belum. “Belum ada komunikasi politik dengan siapa-siapanya,” tandasnya.
Menurutnya, jika semua partai politik (parpol) sudah memiliki calon definitif tentu sudah bisa saling mengintip dan mengukur kecocokan calon dari partai ini dengan partai itu. PDIP Jabar sendiri tidak mau tergesa-gesa sebelum untuk memunculkan nama calon resmi untuk Pilgub Jabar.
“Kalau dimunculkan tergesa-gesa saya tidak ingin terjadi misalnya dalam soal bercinta justru malah bertepuk sebelah tangan. Jadi kita tunggu keputusan Ketua Umum (Megawati) yang menggodog calon dari kita,” terangnya
Proses penjaringan untuk Pilgub Jabar di PDIP sendiri masih berjalan. Sudah ada enam orang yang mendaftar, yakni Anggota Komisi IX DPR Rieke Dyah Pitaloka, Bupati Subang Non Aktif Eef hidayat, Bupati Sumedang Don Murdono, Bupati Cirebon Dedi Supardi, Wakil Ketua DPD PDIP Gatot Cahyono, dan kader PDIP Aris Wibisono.
Tetapi TB Hasanudin mengungkapkan, setelah ditetapkannya calon resmi dari PDIP akan ada tiga sekenario besar yang akan dijalankannya. Pertama, PDIP akan mengusung cagub dan calon wakil gubernurnya sendiri tanpa koalisi dengan parpol lain.
Jalan ini bisa dilakukan karena menurut UU PDIP Jabar memiliki kursi yang cukup di DPRD Jabar untuk mengusung cagub dan calon wakil gubernurnya sendiri.
Sekenario kedua, PDIP Jabar akan berkoalisi dengan parpol lain, yakni cagubnya dari PDIP dan wakilnya dari partai lain. ketiga, sambungnya, bisa saja wakil gubernurnya dari PDIP dengan gubernur dari parpol lain. Ketiga sekenario itu dinilainya realistis.
“Nah realistisnya lagi tidak ada sekenario kalah. Tiga sekenario itu saja. Pembatasannya jelas, kami tetap harus menang,” pungkasnya.
Seperti diketahui, tises Dede Yusuf MC sudah mengkaji lima nama yang dinilai bisa menjadi pendamping Dede Yusuf di Pilgub Jabar 2013, salah satunya Rieke Diah Pitaloka.
Namun, sejauh ini Partai Demokrat Jabar memang belum memiliki cagub dan wakil gubernur definitif. Tetapi pihak MC yakin, Dede Yusuf yang kini Wakil Gubernur Jabar itu akan menjadi cagub definitif.
Namun, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Barat (Jabar) Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, menilai pihak Dede Yusuf yang memasukan Rieke “Oneng” ke dalam daftar calon wakil gubernurnya sebagai bagian dari dinamika politik di lapangan yang masih akan berubah. Pihak PDIP, kata TB Hasanudin, tidak mau menanggapinya lebih jauh mengingat itu urusan timses Dede Yusuf.
“Saya tak mau masuk ke dalam rumah tangga orang lain. kecuali kalau sudah clear semuanya, baru kita layarkeun (lamaran), urang paheutken (disepakatkan),” ungkapnya, di Bandung, Jumat (28/9/2012) malam.
Dia menjelaskan, hingga saat ini PDIP masih menjalani proses penjaringan terhadap para kadernya yang akan maju dalam Pilgub Jabar 2013. Belum ada calon resmi, baik untuk calon gubernur (cagub) maupun untuk wakil gubernur dari PDIP Jabar. Begitu juga dengan Partai Demokrat yang masih belum memiliki calon definitif.
“Kalau sekarang (belum ada calon resmi) sama siapa mau dipaheutken (disepakati),” ujarnya.
Dengan belum adanya calon yang definitif, PDIP Jabar belum bisa mengantisipasi dinamika yang terjadi di lapangan. Meski begitu, pihaknya siap menjalin komunikasi politik dengan siapa pun. Disinggung sudah adakah komunikasi politik dengan pihak Dede Yusuf, Hasanudin menjawab belum. “Belum ada komunikasi politik dengan siapa-siapanya,” tandasnya.
Menurutnya, jika semua partai politik (parpol) sudah memiliki calon definitif tentu sudah bisa saling mengintip dan mengukur kecocokan calon dari partai ini dengan partai itu. PDIP Jabar sendiri tidak mau tergesa-gesa sebelum untuk memunculkan nama calon resmi untuk Pilgub Jabar.
“Kalau dimunculkan tergesa-gesa saya tidak ingin terjadi misalnya dalam soal bercinta justru malah bertepuk sebelah tangan. Jadi kita tunggu keputusan Ketua Umum (Megawati) yang menggodog calon dari kita,” terangnya
Proses penjaringan untuk Pilgub Jabar di PDIP sendiri masih berjalan. Sudah ada enam orang yang mendaftar, yakni Anggota Komisi IX DPR Rieke Dyah Pitaloka, Bupati Subang Non Aktif Eef hidayat, Bupati Sumedang Don Murdono, Bupati Cirebon Dedi Supardi, Wakil Ketua DPD PDIP Gatot Cahyono, dan kader PDIP Aris Wibisono.
Tetapi TB Hasanudin mengungkapkan, setelah ditetapkannya calon resmi dari PDIP akan ada tiga sekenario besar yang akan dijalankannya. Pertama, PDIP akan mengusung cagub dan calon wakil gubernurnya sendiri tanpa koalisi dengan parpol lain.
Jalan ini bisa dilakukan karena menurut UU PDIP Jabar memiliki kursi yang cukup di DPRD Jabar untuk mengusung cagub dan calon wakil gubernurnya sendiri.
Sekenario kedua, PDIP Jabar akan berkoalisi dengan parpol lain, yakni cagubnya dari PDIP dan wakilnya dari partai lain. ketiga, sambungnya, bisa saja wakil gubernurnya dari PDIP dengan gubernur dari parpol lain. Ketiga sekenario itu dinilainya realistis.
“Nah realistisnya lagi tidak ada sekenario kalah. Tiga sekenario itu saja. Pembatasannya jelas, kami tetap harus menang,” pungkasnya.
Seperti diketahui, tises Dede Yusuf MC sudah mengkaji lima nama yang dinilai bisa menjadi pendamping Dede Yusuf di Pilgub Jabar 2013, salah satunya Rieke Diah Pitaloka.
Namun, sejauh ini Partai Demokrat Jabar memang belum memiliki cagub dan wakil gubernur definitif. Tetapi pihak MC yakin, Dede Yusuf yang kini Wakil Gubernur Jabar itu akan menjadi cagub definitif.
(lns)