Korban tewas KMP Bahuga menjadi 8 penumpang
Rabu, 26 September 2012 - 13:52 WIB
Korban tewas KMP Bahuga menjadi 8 penumpang
A
A
A
Sindonews.com - Jumlah korban tewas dalam musibah tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Bahuga Jaya di Perairan Selat Sunda, setelah bertabrakan dengan kapal tanker NORGAS CATHINKA, tepatnya empat mil dari Bakauheni, Lampung, menjadi 8 orang.
Bahkan Tim Search and Rescue (SAR) masih terus melakukan pencarian terhadap beberapa penumpang yang dinyatakan hilang.
Dari informasi yang dihimpun, penumpang yang kembali ditemukan dalam keadaan tewas oleh Tim SAR langsung dibawa ke Bakauheni, Lampung. "Tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang dinyatakan hilang," terang Kepala Sektor Kepolian Kawasan Pelabuhan Merak (KSKP) Ajun komisaris polisi (AKP) Fredya Imaeza, Rabu (26/9/2012).
Penumpang yang masih dilakukan pencarian Nazwa, 9. Sedangkan penumpang yang sudah dievakuasi di Pelabuhan Merak sebanyak 82 orang selamat, satu orang dalam keadaan tewas degan menggunakan Kapal Ferry, KMP Mufidah 15 orang, Wkd tiga orang, Rajabasa 25 orang. (22 laki, satu anak (11), dua wanita (1 meninggal), Nusa Agung 38 orang, Jatra III dua orang Penumpang yang di evakuasi di Bakauni 128 orang dengan menggunakan Kapal Ferry KMP Maunic 70 org, Kmp Bontang 20 org, Gelis Rauh 38 orang.
Menurutnya, berdasarkan data manives kapal naas tersebut mengangkut sebanyak 10 unit kendaraan roda dua, 22 unit mobil pribadi, 11 unit mobil pick up (golongan VI B), koldesel 17 unit dan truk besar atau tronton sebanyak 18 unit.
Sebelum tenggelam, Kapal Ferry milik PT ALP ini bertolak dari Pelabuhan Merak pada pukul 03.00 WIB. Pukul O4.48 WIB saat Kapal Ferry yang serat penumpang itu berlayar, bertabrakan dengan kapal tanker NORGAS CATHINKA, kapal dengan tujuan ke Algas, Singapore, tepatnya pada posisi 05 52 07 S. B 105 50 7 T atau dekat dengan pulau Rimau Balak.
Pada pukul 05.30 WIB, kondisi KMP Bahugajaya dalam keadaan miring, para penumpang langsung dievakuasi dengan kapal yang ada di Pelabuhan Bakauheni, yaitu KMP Jatra dan KMP Bontang, ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
Kapal Tug Boat PCM dan Kapal Lanal Banten Tamposo, yang telah mendengar adanya kejadian itu ikut melakukan SAR.
Bahkan Tim Search and Rescue (SAR) masih terus melakukan pencarian terhadap beberapa penumpang yang dinyatakan hilang.
Dari informasi yang dihimpun, penumpang yang kembali ditemukan dalam keadaan tewas oleh Tim SAR langsung dibawa ke Bakauheni, Lampung. "Tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang dinyatakan hilang," terang Kepala Sektor Kepolian Kawasan Pelabuhan Merak (KSKP) Ajun komisaris polisi (AKP) Fredya Imaeza, Rabu (26/9/2012).
Penumpang yang masih dilakukan pencarian Nazwa, 9. Sedangkan penumpang yang sudah dievakuasi di Pelabuhan Merak sebanyak 82 orang selamat, satu orang dalam keadaan tewas degan menggunakan Kapal Ferry, KMP Mufidah 15 orang, Wkd tiga orang, Rajabasa 25 orang. (22 laki, satu anak (11), dua wanita (1 meninggal), Nusa Agung 38 orang, Jatra III dua orang Penumpang yang di evakuasi di Bakauni 128 orang dengan menggunakan Kapal Ferry KMP Maunic 70 org, Kmp Bontang 20 org, Gelis Rauh 38 orang.
Menurutnya, berdasarkan data manives kapal naas tersebut mengangkut sebanyak 10 unit kendaraan roda dua, 22 unit mobil pribadi, 11 unit mobil pick up (golongan VI B), koldesel 17 unit dan truk besar atau tronton sebanyak 18 unit.
Sebelum tenggelam, Kapal Ferry milik PT ALP ini bertolak dari Pelabuhan Merak pada pukul 03.00 WIB. Pukul O4.48 WIB saat Kapal Ferry yang serat penumpang itu berlayar, bertabrakan dengan kapal tanker NORGAS CATHINKA, kapal dengan tujuan ke Algas, Singapore, tepatnya pada posisi 05 52 07 S. B 105 50 7 T atau dekat dengan pulau Rimau Balak.
Pada pukul 05.30 WIB, kondisi KMP Bahugajaya dalam keadaan miring, para penumpang langsung dievakuasi dengan kapal yang ada di Pelabuhan Bakauheni, yaitu KMP Jatra dan KMP Bontang, ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
Kapal Tug Boat PCM dan Kapal Lanal Banten Tamposo, yang telah mendengar adanya kejadian itu ikut melakukan SAR.
(mhd)