Tim DVI Polda Sulsel Identifikasi 1 Jenazah Korban KM Ladang Pertiwi
Minggu, 05 Juni 2022 - 14:44 WIB
loading...
Tim Basarnas Sulsel saat menurunkan salah satu jenazah KM Ladang Pertiwi untuk diidentifikasi oleh pihak DVI Polda Sulsel. Foto : Ansar Jumasang/Sindonews.
A
A
A
MAKASSAR - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel, berhasil mengidentifikasi satu dari dua jenazah korban Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi 02 yang dievakusi oleh KN SAR Kamajaya, pada Jumat (3/6/2022).
Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sulsel, Kombes Pol Yusuf Mawadi mengungkapkan jenazah yang berhasil diidentifikasi yakni korban berjenis kelamin perempuan bernama Rahama.
Baca Juga: Basarnas Perluas Wilayah Pencarian Korban KM Ladang Pertiwi
Sementara satu jenazah yang berjenis kelamin laki-laki belum bisa diketahui identitasnya, sehingga Tim DVI Polda Sulsel masih dalam proses pemeriksaan.
"Korban atas nama Rahama, jenis kelamin perempuan usia kurang lebih 70-75 tahun," ucap Kombes Pol Yusuf Mawadi saat dikonfirmasi SINDOnews, Minggu (5/6/2022).
Dirinya juga menjelaskan, jenazah Rahama dapat diketahui berdasarkan penyesuaian sampel anatomi tubuh dari keluarga korban.
"Teridentifikasi melalui data primer, yang pertama melalui gigi geligi antemortem dan post mortem jenazah, kedua dari Tim Inafis ( Polda Sulsel ) melalui sidik jari tangan dari 12 titik ada persamaan dari post mortem dan antemortem," terangnya.
Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sulsel, Kombes Pol Yusuf Mawadi mengungkapkan jenazah yang berhasil diidentifikasi yakni korban berjenis kelamin perempuan bernama Rahama.
Baca Juga: Basarnas Perluas Wilayah Pencarian Korban KM Ladang Pertiwi
Sementara satu jenazah yang berjenis kelamin laki-laki belum bisa diketahui identitasnya, sehingga Tim DVI Polda Sulsel masih dalam proses pemeriksaan.
"Korban atas nama Rahama, jenis kelamin perempuan usia kurang lebih 70-75 tahun," ucap Kombes Pol Yusuf Mawadi saat dikonfirmasi SINDOnews, Minggu (5/6/2022).
Dirinya juga menjelaskan, jenazah Rahama dapat diketahui berdasarkan penyesuaian sampel anatomi tubuh dari keluarga korban.
"Teridentifikasi melalui data primer, yang pertama melalui gigi geligi antemortem dan post mortem jenazah, kedua dari Tim Inafis ( Polda Sulsel ) melalui sidik jari tangan dari 12 titik ada persamaan dari post mortem dan antemortem," terangnya.
Lihat Juga :