Ruhut tanggapi tertawa pernyataan Anis Matta
Senin, 24 September 2012 - 15:05 WIB
Ruhut tanggapi tertawa pernyataan Anis Matta
A
A
A
Sindonews.com - Pernyataan Anis Matta yang menyebut hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang all out mendukung pasangan Fauzi Bowo (Foke) - Nachrowi Ramli (Nara) dalam Pemilihian Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, mendapat tanggapan Ruhut Sitompul.
Menurut Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPP Partai Demokrat ini, dirinya hanya tertawa mendengar pernyataan dilontarkan Sekretaris Jenderal PKS itu. "Hahaha, aku tertawa termehek-mehek," ujar Ruhut, Senin (24/9/2012).
Menurut Ruhut, pernyataan tersebut tak pantas dikeluarkan oleh petinggi PKS. Terlebih sikap PKS sendiri yang plin-plan, pada putaran PKS memojokkan Foke dengan tuduhan korupsi APBD. Sementara, di putaran kedua partai berlambang bulan sabit tersebut justru merapat ke kubu Foke.
"Kalau begitu, ngapain juga bergabung bersama kita mendukung Foke. Putaran pertama sebut Foke korupsi, gugur di putaran pertama, gabung dan muji-muji Foke. Emang rakyat Jakarta bodoh, sekarang muji-muji," tegas Rahut.
Lebih lanjut Ruhut mengatakan Anis Matta tak bersikap dewasa dalam berpolitik. "Jadi artinya sudahlah kita sudah kalah. Sudah enggak laku menjual mayoritas. Kemenangan Jokowi-Ahok karena rakyat ingin perubahan," tuturnya.
Ruhut mengatakan kader Demokrat diajari oleh Ketua Dewan Pembinanya, Susilo Bambang Yudhoyono untuk tidak saling menyalahkan dalam urusan menang dan kalah.
"Kami diajari Pak SBY, demokrasi siap menang dan kalah juga. Ini hikmah dan tanda-tanda 2014 kami akan menang," tegasnya.
Seperti diberitakan, Anis Matta mengakui salah satu faktor kekalahan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) dalam Pemilukada DKI karena kurang maksimalnya kinerja mesin partai pendukung.
"Bagi PKS Alhmadulilah berjalan efektif. Saya kira PPP juga efektif, cuma ada beberapa partai yang tidak efektif," kata Anis kepada wartawan di DPR, Jakarta.
Menurut Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPP Partai Demokrat ini, dirinya hanya tertawa mendengar pernyataan dilontarkan Sekretaris Jenderal PKS itu. "Hahaha, aku tertawa termehek-mehek," ujar Ruhut, Senin (24/9/2012).
Menurut Ruhut, pernyataan tersebut tak pantas dikeluarkan oleh petinggi PKS. Terlebih sikap PKS sendiri yang plin-plan, pada putaran PKS memojokkan Foke dengan tuduhan korupsi APBD. Sementara, di putaran kedua partai berlambang bulan sabit tersebut justru merapat ke kubu Foke.
"Kalau begitu, ngapain juga bergabung bersama kita mendukung Foke. Putaran pertama sebut Foke korupsi, gugur di putaran pertama, gabung dan muji-muji Foke. Emang rakyat Jakarta bodoh, sekarang muji-muji," tegas Rahut.
Lebih lanjut Ruhut mengatakan Anis Matta tak bersikap dewasa dalam berpolitik. "Jadi artinya sudahlah kita sudah kalah. Sudah enggak laku menjual mayoritas. Kemenangan Jokowi-Ahok karena rakyat ingin perubahan," tuturnya.
Ruhut mengatakan kader Demokrat diajari oleh Ketua Dewan Pembinanya, Susilo Bambang Yudhoyono untuk tidak saling menyalahkan dalam urusan menang dan kalah.
"Kami diajari Pak SBY, demokrasi siap menang dan kalah juga. Ini hikmah dan tanda-tanda 2014 kami akan menang," tegasnya.
Seperti diberitakan, Anis Matta mengakui salah satu faktor kekalahan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) dalam Pemilukada DKI karena kurang maksimalnya kinerja mesin partai pendukung.
"Bagi PKS Alhmadulilah berjalan efektif. Saya kira PPP juga efektif, cuma ada beberapa partai yang tidak efektif," kata Anis kepada wartawan di DPR, Jakarta.
(lns)