Situs Gunung Lanang terancam proyek bandara
Minggu, 23 September 2012 - 17:01 WIB
Situs Gunung Lanang terancam proyek bandara
A
A
A
Sindonews.com – Keberadaan situs berejarah Gunung Lanang, Kulonprogo terancam tergusur karena adanya proyek bandara. Juru kunci situs tersebut khawatir, jika digusur akan ada malapetaka besar di kawasan tersebut.
Juru kunci situs, Pawiro Suwito (87) mengungkapkan, dia sendiri tidak menolak pembangunan bandara. Namun dia berharap situs bersejarah yang dijaganya 27 tahun terakhir tidak digusur. “Situs ini tidak bisa dipindahkan kemana-mana,” ucap dia, Minggu (23/9/2012).
Pawiro meminta pemangku kepentingan mencari cara agar situs tidak tergusur. Dia mengaku tidak dapat berbuat banyak jika nantinya situs tetap digusur. Tapi mengingatkan akan muncul dampak jika penggusuran benar-benar terjadi.
“Lebih baik tidak dipindah atau digusur, tapi dijadikan akses jalan ya dilewati saja. Tapi kalau memang mau digusur juga terserah tapi akan ada imbasnya,” tegas dia.
Pawiro, yang akrab dipanggil Mbah Wiro menambahkan, Situs Gunung Lanang, biasanya ramai dikunjungi pada peringatan malam satu syuro.
Jumiran (30) warga setempat mengatakan, masyarakat sekitar percaya lokasi di mana situs berada sudah disakralkan. Sehingga jika tergusur, akan ada malapetaka yang datang. “Sebaiknya tidak digusur. Dicarikan alternatif lain saja. Kami tidak ingin terjadi apa-apa,” ucapnya.
Menurut sejarah, situs tersebut menjadi lokasi peristirahatan Sunan Amangkurat III atau juga disebut Amangkurat Mas yang memerintah Kerajaan Mataram dari 1703-1705.
Amangkurat Mas disingkirkan Pangeran Puger atau Pakubuwono I, paman dsekaligus mantan mertuanya sendiri. Dalam pelariannya lahir salah seorang putra Amangkurat Mas di lokasi yang disebut Gunung Lanang tersebut.
Juru kunci situs, Pawiro Suwito (87) mengungkapkan, dia sendiri tidak menolak pembangunan bandara. Namun dia berharap situs bersejarah yang dijaganya 27 tahun terakhir tidak digusur. “Situs ini tidak bisa dipindahkan kemana-mana,” ucap dia, Minggu (23/9/2012).
Pawiro meminta pemangku kepentingan mencari cara agar situs tidak tergusur. Dia mengaku tidak dapat berbuat banyak jika nantinya situs tetap digusur. Tapi mengingatkan akan muncul dampak jika penggusuran benar-benar terjadi.
“Lebih baik tidak dipindah atau digusur, tapi dijadikan akses jalan ya dilewati saja. Tapi kalau memang mau digusur juga terserah tapi akan ada imbasnya,” tegas dia.
Pawiro, yang akrab dipanggil Mbah Wiro menambahkan, Situs Gunung Lanang, biasanya ramai dikunjungi pada peringatan malam satu syuro.
Jumiran (30) warga setempat mengatakan, masyarakat sekitar percaya lokasi di mana situs berada sudah disakralkan. Sehingga jika tergusur, akan ada malapetaka yang datang. “Sebaiknya tidak digusur. Dicarikan alternatif lain saja. Kami tidak ingin terjadi apa-apa,” ucapnya.
Menurut sejarah, situs tersebut menjadi lokasi peristirahatan Sunan Amangkurat III atau juga disebut Amangkurat Mas yang memerintah Kerajaan Mataram dari 1703-1705.
Amangkurat Mas disingkirkan Pangeran Puger atau Pakubuwono I, paman dsekaligus mantan mertuanya sendiri. Dalam pelariannya lahir salah seorang putra Amangkurat Mas di lokasi yang disebut Gunung Lanang tersebut.
(ysw)