Tim Gegana ledakkan bom, 3 rumah rusak
Sabtu, 22 September 2012 - 16:07 WIB
Tim Gegana ledakkan bom, 3 rumah rusak
A
A
A
Sindonews.com - Proses peledakan bom rakitan oleh tim Gegana di rumah milik Chomadi alias Sumidi alias Midi (43), di Jalan Lempuyangan II A RT 07 RW X Kampung Griyan, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, siang ini menyebabkan tiga rumah rusak. Satu rusak berat, dan dua rusak ringan.
"Rumah induk (milik Chomadi) tempat penyimpanan bom. Karena tim gegana tidak memungkinkan mengamankannya, lalu diledakkan. Yang terakhir paling kencang, sehingga rumah itu rusak berat sampai 80 persen. Genteng ambrol," kata Ketua RT 7 RW X, Eka Herwindana di lokasi, Sabtu (22/9/2012).
Eka menuturkan, dia diminta polisi menyaksikan lokasi peledakan bersama lurah, camat dan tokoh masyarakat. Dalam kesempatan itu, dia diminta mendata kerusakan bangunan milik warga yang menjadi imbas peledakan.
Selain rumah tempat penyimpanan bom rakitan, dua bangunan milik warganya rusak ringan. Antara lain kaca pecah, dinding berlubang, dan atap jebol.
Berdasarkan keterangan polisi kepada dirinya, ditemukan pula sejumlah benda untuk membuat peledak. Yakni bubuk belerang, black powder, cairan asam sulvat, dan bubuk mesiu 2 kilo yang terkemas dalam kantung plastik.
Polisi di rumah itu menyita pula beberapa buku tentang jihad. "Kerusakan rumahnya Bapak Kadarno dindingnya retak, rumah kosok milik pak Sigit dan rumahnya bu Hermin kacanya pecah," kata dia lagi.
Sementara itu diucapkannya, tim gegana mendapati 12 pipa paralon. Sebanyak enam di antaranya terisi materi ledak. Dari enam pipa, lima telah diledakkan dan satu dibawa ke Mako Brimob Boyolali.
"Rumah induk (milik Chomadi) tempat penyimpanan bom. Karena tim gegana tidak memungkinkan mengamankannya, lalu diledakkan. Yang terakhir paling kencang, sehingga rumah itu rusak berat sampai 80 persen. Genteng ambrol," kata Ketua RT 7 RW X, Eka Herwindana di lokasi, Sabtu (22/9/2012).
Eka menuturkan, dia diminta polisi menyaksikan lokasi peledakan bersama lurah, camat dan tokoh masyarakat. Dalam kesempatan itu, dia diminta mendata kerusakan bangunan milik warga yang menjadi imbas peledakan.
Selain rumah tempat penyimpanan bom rakitan, dua bangunan milik warganya rusak ringan. Antara lain kaca pecah, dinding berlubang, dan atap jebol.
Berdasarkan keterangan polisi kepada dirinya, ditemukan pula sejumlah benda untuk membuat peledak. Yakni bubuk belerang, black powder, cairan asam sulvat, dan bubuk mesiu 2 kilo yang terkemas dalam kantung plastik.
Polisi di rumah itu menyita pula beberapa buku tentang jihad. "Kerusakan rumahnya Bapak Kadarno dindingnya retak, rumah kosok milik pak Sigit dan rumahnya bu Hermin kacanya pecah," kata dia lagi.
Sementara itu diucapkannya, tim gegana mendapati 12 pipa paralon. Sebanyak enam di antaranya terisi materi ledak. Dari enam pipa, lima telah diledakkan dan satu dibawa ke Mako Brimob Boyolali.
(mhd)