Masih tercium bau belerang, BPBD pantau Tangkubanparahu

Sabtu, 22 September 2012 - 13:11 WIB
Masih tercium bau belerang,...
Masih tercium bau belerang, BPBD pantau Tangkubanparahu
A A A
Sindonews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat terus memantau Taman Wisata Alam (TWA) Tangkubanparahu. Rombongan BPBD tampak berkeliling di seputar kawah utama Gunung Tangkubanparahu, yakni Kawah Ratu.

Rombongan BPBD tampak berinteraksi dengan para pedagang dan para turis yang mulai beraktivitas di TWA. TWA sendiri baru dibuka hari ini, setelah beberapa pekan sempat ditutup karena status waspada.

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung Tangkubanparahu terhitung sejak Jumat 21 September 2012 pukul 17:00 WIB statusnya turun dari Waspada (Level II) menjadi Normal (Level I). Penurunan status karena aktivitas vulkanik dan kegempaan menurun.

"Pantauan hari ini sangat normal sekali. Wisatawan dan pedagang senang, dan kita lihat teman-teman pengelolan juga senang," kata Kepala BPBD Udjwalprana Sigit, di sela peninjauan TWA Tangkubanparahu, Sabtu (22/9/2012).

Menurutnya, sejak pukul 06.00 WIB TWA Tangkubanparahu mulai terbuka untuk aktivitas wisata. Pembukaan aktivitas wisata menyusul ditetapkannya status normal aktif oleh PVMBG.

"Kita juga sudah koordinasi dengan pengelola dan dengan semua pihak sudah kita kumpulin semua," tandasnya.

Pantauan okezone sekira pukul 10.00 WIB, aktivitas wisata di Tangkubanparahu mulai menggeliat. Sejumlah wisatawan mulai beraktivitas di sekitar kawah utama Tangkubanparahu, yakni Kawah Ratu. Namun, di sumber kawah tersebut masih tampak asap mengepul. Selain itu, masih tercium juga bau belerang yang cukup kuat.

Untuk diketahui, pada 23 Agustus 2012 pukul 23.00 WIB status kegiatan Gunung Tangkubanparahu dinaikkan dari Normal menjadi Waspada. Tidak lama sejak status Waspada, TWA Gunung Tangkubanparahu pun ditutup oleh BPBD Jabar.

Berdasarkan sejarahnya, gunung ini pernah meletus pada periode 1829-1994. Dalam kurun itu, gunung paling sohor di Jabar ini mengalami tiga kali letusan magmatik (kolom asap maksimal mencapai dua kilometer) dan empat kali letusan freatik.
(azh)
Berita Terkait
Apakah Gunung Bisa Bergerak?...
Apakah Gunung Bisa Bergerak? Ternyata Pernah Disebutkan dalam Al-Qur’an
4 Legenda Gunung Berapi...
4 Legenda Gunung Berapi di Tanah Jawa, dari Merapi hingga Kelud
Gawat! Gunung Kerinci...
Gawat! Gunung Kerinci Level Waspada, 10 Pendaki Masih di Puncak
7 Negara yang Memiliki...
7 Negara yang Memiliki Gunung Berapi Paling Aktif, Indonesia Juaranya
6 Gunung dengan Pemandangan...
6 Gunung dengan Pemandangan Terindah di Indonesia, Nomor Terakhir Cocok untuk Pendaki Pemula
Rahasia Gunung Berapi:...
Rahasia Gunung Berapi: Bisa Tidur Ribuan Tahun Lalu Bangun Tiba-tiba!
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
1 jam yang lalu
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
2 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
2 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
5 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
6 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
6 jam yang lalu
Infografis
Habitat Asli Harimau...
Habitat Asli Harimau Jawa yang Masih Terjaga hingga Saat Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved