Ibarat TKI, Jokowi menang dikasihani
Jum'at, 21 September 2012 - 14:47 WIB
Ibarat TKI, Jokowi menang dikasihani
A
A
A
Sindonews.com - Putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta telah usai. Hasil penghitungan cepat (quick count) perolehan suara sejumlah media massa dan lembaga survei menyatakan, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) unggul.
Namun, masih ada sejumlah pihak yang tidak terima. Di antara yang tidak senang dengan kemenangan Jokowi-Ahok, terdapat politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Menurut dia, Jokowi menang karena faktor pencitraan, bukan karena kompetensi keduanya di dalam memimpin.
"Karena pencitraan kok. Dia kayak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dikasihani," ujar Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPP Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, saat berbincang dengan wartawan, di Jakarta, Jumat (21/9/2012).
Dia berharap, setelah diputus menang oleh KPU DKI Jakarta nanti, Jokowi-Ahok dapat memelihara hubungan baiknya dengan incumbent Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara), jangan saling membenci.
"Jangan seperti Mega yang tak mau salaman dengan SBY, tidak bagus. Itu buat contoh," tukasnya.
Lebih lanjut, Ruhut mengatakan, pihaknya menerima kemenangan Jokowi-Ahok dan kekalahan Foke-Nara dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012. Namun, dia tetap optimis partainya akan menang dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
"Kami kalah, dan kami bisa menerima. Bagaimana pun kami maju siap menang dan kalah. Wajar menang dan kalah," ungkapnya.
Namun, masih ada sejumlah pihak yang tidak terima. Di antara yang tidak senang dengan kemenangan Jokowi-Ahok, terdapat politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Menurut dia, Jokowi menang karena faktor pencitraan, bukan karena kompetensi keduanya di dalam memimpin.
"Karena pencitraan kok. Dia kayak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dikasihani," ujar Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPP Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, saat berbincang dengan wartawan, di Jakarta, Jumat (21/9/2012).
Dia berharap, setelah diputus menang oleh KPU DKI Jakarta nanti, Jokowi-Ahok dapat memelihara hubungan baiknya dengan incumbent Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara), jangan saling membenci.
"Jangan seperti Mega yang tak mau salaman dengan SBY, tidak bagus. Itu buat contoh," tukasnya.
Lebih lanjut, Ruhut mengatakan, pihaknya menerima kemenangan Jokowi-Ahok dan kekalahan Foke-Nara dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012. Namun, dia tetap optimis partainya akan menang dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
"Kami kalah, dan kami bisa menerima. Bagaimana pun kami maju siap menang dan kalah. Wajar menang dan kalah," ungkapnya.
(san)