Ruhut ancam Jokowi-Ahok
Jum'at, 21 September 2012 - 14:16 WIB
Ruhut ancam Jokowi-Ahok
A
A
A
Sindonews.com - Pasangan calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) DKI Jakarta yang dinyatakan menang berdasarkan hasil quick count, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), harus berhati-hati dalam menjalankan roda pemerintahan.
Hal tersebut datang dari anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (21/9/2012).
Hal itu dikatakan Ruhut, lantaran mayoritas suara di DPRD DKI Jakarta merupakan partai pendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.
"Kami tidak mau seperti yang kami alami. SBY menang 60 persen, tapi diganggu terus di DPR. Kalau Jokowi diganggu tidak akan selesai jabatannya. Hati-hati 72 persen DPRD pendukung Foke," ancamnya.
Kendati demikian, Ruhut meminta agar masyarakat mendukung Jokowi-Ahok. Dia berharap, peristiwa yang dialami oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak dialami oleh Jokowi saat memimpin DKI Jakarta.
"Karena SBY seorang negarawan meskipun diganggu dia terpilih lagi dua periode. Aku meminta 72 persen suara ini jangan ganggu Jokowi-Ahok," tuturnya.
Seperti diketahui, berdasarkan hasil quick count MNC Research pasangan Jokowi-Ahok memperoleh 52,42 persen suara. Sementara pasangan Foke-Nara memperoleh 47,58 persen suara.
Hasil quick count yang dilakukan oleh MNC bekerja sama dengan Saiful Mujani Research (SMRC), Jokowi-Ahok memperoleh 52,91 persen, dan Foke-Nara 47,09 persen.
Hal tersebut datang dari anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (21/9/2012).
Hal itu dikatakan Ruhut, lantaran mayoritas suara di DPRD DKI Jakarta merupakan partai pendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.
"Kami tidak mau seperti yang kami alami. SBY menang 60 persen, tapi diganggu terus di DPR. Kalau Jokowi diganggu tidak akan selesai jabatannya. Hati-hati 72 persen DPRD pendukung Foke," ancamnya.
Kendati demikian, Ruhut meminta agar masyarakat mendukung Jokowi-Ahok. Dia berharap, peristiwa yang dialami oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak dialami oleh Jokowi saat memimpin DKI Jakarta.
"Karena SBY seorang negarawan meskipun diganggu dia terpilih lagi dua periode. Aku meminta 72 persen suara ini jangan ganggu Jokowi-Ahok," tuturnya.
Seperti diketahui, berdasarkan hasil quick count MNC Research pasangan Jokowi-Ahok memperoleh 52,42 persen suara. Sementara pasangan Foke-Nara memperoleh 47,58 persen suara.
Hasil quick count yang dilakukan oleh MNC bekerja sama dengan Saiful Mujani Research (SMRC), Jokowi-Ahok memperoleh 52,91 persen, dan Foke-Nara 47,09 persen.
(mhd)