Pemilih Jokowi putaran kedua membelot ke Foke?
Rabu, 19 September 2012 - 05:44 WIB
Pemilih Jokowi putaran kedua membelot ke Foke?
A
A
A
Sindonews.com - Adanya dugaan 'Pembelotan' pemilih pasangan calon gubernur (cagub)-calon wakil gubernur (Cawagub) DKI Jakarta Jokowi-Ahok yang diprediksi akan terjadi pada Pemilihn Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta pada putaran kedua 20 September 2012 nanti, karena pengaruh ideologi para pemilih tersebut.
"Pemilih Jokowi yang beralih memilih Foke (pada peturan kedua), alasannya lebih pada elegansi karena pengaruh ideologi," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid saat dihubungi di Jakarta, Selasa (18/9/2012) malam.
Husin juga menjelaskan jika para pemilih yang 'membelot' tersebut adalah warga Jakarta berumur 55 tahun yang kebanyakan adalah wanita, dan bisa dikatakan 100 persen dari warga itu beragama Islam.
Namun, ketika disinggung apakah hal tersebut berkaitan dengan isu SARA, Husin menjawab jika isu SARA memang berpengaruh, tapi hanya sedikit. "Isu SARA berpengaruh tapi tidak seberapa," tukas Husin.
Sebelumnya diketahui berdasarkan hasil survei yang diadakan Puskaptis dari tanggal 10-14 September kemarin, hasil elektabilitas pasangan Foke-Nara sebesar 44,90 persen. Lalu, pasangan Jokowi-Ahok sebesar 47,56 persen. Dan yang menjawab tidak tahu sebesar 7,54 persen.
Lalu diketahui juga sebesar 0,95 persen pemilih Foke pada putaran pertama Pilkada akan beralih memilih Jokowi di putaran kedua Pilkada. Sedangkan, sebesar 1,25 persen pemilih Jokowi pada putaran pertama Pilkada akan beralih memilih Foke pada putaran kedua Pilkada.
Survei ini sendiri melibatkan 1.250 sample responden dengan margin error sebesar 2,8 persen. Responden sendiri tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
"Pemilih Jokowi yang beralih memilih Foke (pada peturan kedua), alasannya lebih pada elegansi karena pengaruh ideologi," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid saat dihubungi di Jakarta, Selasa (18/9/2012) malam.
Husin juga menjelaskan jika para pemilih yang 'membelot' tersebut adalah warga Jakarta berumur 55 tahun yang kebanyakan adalah wanita, dan bisa dikatakan 100 persen dari warga itu beragama Islam.
Namun, ketika disinggung apakah hal tersebut berkaitan dengan isu SARA, Husin menjawab jika isu SARA memang berpengaruh, tapi hanya sedikit. "Isu SARA berpengaruh tapi tidak seberapa," tukas Husin.
Sebelumnya diketahui berdasarkan hasil survei yang diadakan Puskaptis dari tanggal 10-14 September kemarin, hasil elektabilitas pasangan Foke-Nara sebesar 44,90 persen. Lalu, pasangan Jokowi-Ahok sebesar 47,56 persen. Dan yang menjawab tidak tahu sebesar 7,54 persen.
Lalu diketahui juga sebesar 0,95 persen pemilih Foke pada putaran pertama Pilkada akan beralih memilih Jokowi di putaran kedua Pilkada. Sedangkan, sebesar 1,25 persen pemilih Jokowi pada putaran pertama Pilkada akan beralih memilih Foke pada putaran kedua Pilkada.
Survei ini sendiri melibatkan 1.250 sample responden dengan margin error sebesar 2,8 persen. Responden sendiri tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
(mhd)