Administrasi aset amburadul, BPKP minta ditertibkan

Jum'at, 14 September 2012 - 00:29 WIB
Administrasi aset amburadul,...
Administrasi aset amburadul, BPKP minta ditertibkan
A A A
Sindonews.com – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel meminta agar sistem administrasi aset diperketat di tingkat daerah. Buruknya sistem yang digunakan membuat sejumlah aset banyak yang tidak tercatat.

Kondisi ini membuat sejumlah daerah di Sulsel kesulitan mendapat predikat wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Untuk itu perlu pembenahan dan perbaikan sistem agar tiap tahun aset daerah bisa terkontrol baik.

Menurut Kepala Perwakilan BPKP Sulsel Hamonangan Simarmat, saat berkunjung ke Bantaeng baru-baru ini menilai, banyak daerah yang gagal meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) karena persoalan administrasi aset.

Menurut dia, pencatatan masalah aset terkadang disepelekan. Misalnya saja ketika Pemkab memberi bantuan, kadang dicatat tapi ketika diperlukan, arsipnya sudah tidak ada.

Dia mengatakan, secara struktur, biasanya sistem administrasi aset sudah ada pada setiap instansi atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Karena itu, SKPD harus memiliki kepedulian agar saat terjadi mutasi, catatan tentang aset tersebut tetap ada.

Dia menambahkan, di Kabupaten Bantaeng sendiri predikat WTP belum pernah didapatkan sejak 2009 lalu. Sejauh ini, predikat keuangan yang berhasil diraih Pemkab Bantaeng hanya mampu mencapai predikat Wajar dengan Pengecualian (WDP).

Dia mengatakan, arah menuju WTP tersebut tidaklah begitu sulit. BPKP sekarang, kata dia, bukan hanya bertugas sebagai pemeriksa. Saat ini, BPKP juga memiliki tugas sebagai konsultan atau pendamping. Meskipun predikat WTP atas laporan keuangan bukan tujuan akhir, lanjutnya, namun predikat ini merupakan bagian untuk menuju pelaksanaan pemerintahan yang bersih.

“Agar predikat tersebut meningkat menjadi WTP diperlukan komitmen semua pihak, terutama para pimpinan SKPD,” jelasnya, Kamis (13/9/2012).

Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah berharap kepada seluruh jajarannya untuk memegang teguh amanah yang diberikan agar tata kelola keuangan dan aset berjalan baik.

Dia mengakui, tidak mudah memegang amanah tersebut. Namun, dengan integritas yang baik, aparat di daerah ini dapat menjalankan amanah tersebut.

WTP, kata Burdin, bukan tujuan utamanya. Namun, pihaknya ingin tata kelola keuangan dilakukan dengan baik agar kita dapat menegakkan kewibawaan pemerintah.

“Kami berharap BPKP dapat memberi bimbingan dan segera melakukan teguran bila ada gejala penyimpangan,” tandas orang nomor satu di kabupaten berjuluk Butta Toa itu.
(ysw)
Berita Terkait
Menuju Tata Kelola Barang...
Menuju Tata Kelola Barang Milik Daerah yang Lebih Baik
Disorot KPK, 1.400 Aset...
Disorot KPK, 1.400 Aset Pemkot Palembang Belum Tersertifikasi
Pemkot Makassar Bakal...
Pemkot Makassar Bakal Evaluasi Kerjasama Pengelolaan Aset Karebosi
Dewan Minta Dugaan Penyerobotan...
Dewan Minta Dugaan Penyerobotan Fasum di Tello Segera Diselesaikan
Terminal Daya Mati Suri,...
Terminal Daya Mati Suri, Dewan Desak Percepat Penyelesaian Aset
Hindari Sengketa, BKAD...
Hindari Sengketa, BKAD Diminta Sertifikasi Seluruh Aset Kota Bogor
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
1 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
2 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
3 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
3 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
4 jam yang lalu
Infografis
NASA Minta Penduduk...
NASA Minta Penduduk Bumi Siaga 1, Kondisi Alam Semesta Tak Stabil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved