Anggaran penanggulangan HIV/AIDS di DIY minim

Rabu, 12 September 2012 - 20:23 WIB
Anggaran penanggulangan...
Anggaran penanggulangan HIV/AIDS di DIY minim
A A A
Sindonews.com - Anggaran penanggulangan Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sangat minim. Dana yang muncul hanya mampu untuk menutup operasional tenaga dari anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kabupaten dan kota di DIY.

Catatan KPA Provinsi DIY, anggaran paling sedikit untuk 2012 ada di Kabupaten Gunungkidul. Daerah tersebut hanya mendapatkan alokasi Rp4,5 juta selama setahun. Jumlah tersebut turun karena tahun sebelumnya mendapatkan alokasi Rp4,85 juta.

Kabupaten Kulonprogo tahun ini hanya mendapatkan alokasi Rp10 juta. Bantul mendapatkan sebesar Rp50 juta, Sleman mencapai Rp80 juta.

"Anggaran penanggulangan HIV/AIDS Kota Yogyakarta cukup tinggi yakni Rp350 juta," sebut Ketua KPA Provinsi DIY Riswanto disela menggelar Syawalan dengan Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario (KGPAA) Pakualam IX, Rabu (12/9/2012).

Distribusi dana tersebut menurut Riswanto mempertimbangkan jumlah kasus HIV dan AIDS di kabupaten dan Kota. Yogyakarta mendapatkan dana terbanyak karena jumlah kasusnya tercatat paling banyak dibandingkan kabupaten yang lain.

Sementara kasus HIV dan AIDS di DIY hingga Juni 2012 mencapai 1.797 kasus yang terdiri 1.036 kasus HIV dan 761 kasus AIDS. Angka tersebut merupakan data kumulatif sejak 1993. Usia terbanyak dari kasus HIV dan AIDS terjadi pada rentang usia 20-29 tahun.

KGPAA Pakualam dalam kesempatan tersebut menyesalkan kurangnya kepedulian terhadap HIV dan AIDS di beberapa kabupaten tersebut. Minimnya anggaran tersebut memperlihatkan minimnya kepedulian terhadap HIV/AIDS.

Sementara, penanggulangan HIV dan AIDS dipastikannya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Upaya tersebut juga tidak dapat hanya bergantung pada donor asing. "Ada yang anggarannya tidak sampai lima juta, itu kan kebangetan," tandasnya.

Sementara melihat perkembangan peningkatan jumlah kasus HIV dan AIDS, upaya penanganannya harus lebih komprehensif. Seluruh lapisan masyarakat termasuk pemerintah hingga pelajar harus terus mendapatkan sosialisasi yang benar mengenai penyakit akibat virus tersebut.
(azh)
Berita Terkait
Wijianto Jalan Kaki...
Wijianto Jalan Kaki di 30 Provinsi untuk Hapus Stigma Orang dengan HIV
Diidap Ratusan Mahasiswa...
Diidap Ratusan Mahasiswa di Bandung, Apa Itu HIV AIDS?
Kaum Wanita dan Anak...
Kaum Wanita dan Anak Jadi Populasi Kunci dalam Upaya Akhiri AIDS
Badai COVID-19 Belum...
Badai COVID-19 Belum Berlalu, Kini Muncul Strain HIV Supermutan
Pengidap HIV-AIDS di...
Pengidap HIV-AIDS di Sulsel Mencapai 26 Ribu Orang
Luc Montagnier, Ilmuwan...
Luc Montagnier, Ilmuwan Penemu Virus HIV/AIDS Meninggal Dunia
Berita Terkini
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
58 menit yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
1 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
2 jam yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved