Pendemo di Kemendag ngaku dibayar Rp100 ribu
Rabu, 12 September 2012 - 15:21 WIB
Pendemo di Kemendag ngaku dibayar Rp100 ribu
A
A
A
Sindonews.com - Demonstrasi dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku berasal dari Aliansi Rakyat Peduli Ketahanan Pangan (ARPKP) di depan Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Mereka berdemo lantaran ada penyelundupan beras ilegal di kepulauan Riau dan Batam, Selat Panjang, Tanjung Balai Karimun.
Meski demikian, salah satu pendemo mengaku mendapatkan "upah" dari ikut berdemo tersebut. "Kita makan, ongkos dikasih, nanti juga pulangnya dikasih Rp100 ribu sama koordinatornya," kata salah satu pendemo, Syarief, di depan Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (12/9/2012).
Demonstran yang terdiri dari 150 orang tersebut berasal dari Jakarta seperti Klender, Kuningan Casablanca, dan Menteng Dalam. "Kita kebanyakan dari Jakarta mas, ya ikut saja ke sini," kata Rosda demonstran asal Klender.
Demonstran pun juga mengaku akan kembali lagi ke Kemendag dan menggelar aksinya jika tuntutannya tidak terpenuhi. "Kami akan ke sini lagi jika tuntutan kami tidak terpenuhi, tapi enggak tahu tergantung koordinatornya," ungkap Syarief.
Sebelumnya, ratusan orang yang telah berada di depan Kantor Kemendag dengan aksi menabur-naburkan beras pun membuat macet yang diperkirakan mencapai dua kilometer. Hal ini lantaran beras ilegal berkualitas rendah masuk ke Indonesia secara ilegal melalui Singapura dan Malaysia.
Menurut Koordinator ARPKP Amin Munawar, beras-beras tersebut biasa dijadikan pangan ternak babi yang berasal dari Vietnam. Beras-beras tersebut masuk ke beberapa daerah di Ujung Barat dan Utara Indonesia melalui negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Mereka berdemo lantaran ada penyelundupan beras ilegal di kepulauan Riau dan Batam, Selat Panjang, Tanjung Balai Karimun.
Meski demikian, salah satu pendemo mengaku mendapatkan "upah" dari ikut berdemo tersebut. "Kita makan, ongkos dikasih, nanti juga pulangnya dikasih Rp100 ribu sama koordinatornya," kata salah satu pendemo, Syarief, di depan Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (12/9/2012).
Demonstran yang terdiri dari 150 orang tersebut berasal dari Jakarta seperti Klender, Kuningan Casablanca, dan Menteng Dalam. "Kita kebanyakan dari Jakarta mas, ya ikut saja ke sini," kata Rosda demonstran asal Klender.
Demonstran pun juga mengaku akan kembali lagi ke Kemendag dan menggelar aksinya jika tuntutannya tidak terpenuhi. "Kami akan ke sini lagi jika tuntutan kami tidak terpenuhi, tapi enggak tahu tergantung koordinatornya," ungkap Syarief.
Sebelumnya, ratusan orang yang telah berada di depan Kantor Kemendag dengan aksi menabur-naburkan beras pun membuat macet yang diperkirakan mencapai dua kilometer. Hal ini lantaran beras ilegal berkualitas rendah masuk ke Indonesia secara ilegal melalui Singapura dan Malaysia.
Menurut Koordinator ARPKP Amin Munawar, beras-beras tersebut biasa dijadikan pangan ternak babi yang berasal dari Vietnam. Beras-beras tersebut masuk ke beberapa daerah di Ujung Barat dan Utara Indonesia melalui negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
(lns)