Warga Banjar terluka ditembus peluru
Selasa, 11 September 2012 - 19:39 WIB
Warga Banjar terluka ditembus peluru
A
A
A
Sindonews.com - Seorang warga Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Bajar terluka akibat ditembus peluru yang bersarang di paha kirinya.
Korban diketahui bernama Een (30), warga Dusun Girimulya RT01/13, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Peristiwa itu, terjadi di kediaman korban saat korban sedang memandikan anaknya Ani (3). Tiba-tiba sebuah peluru meletus dan mengenai paha kiri korban hingga mengeluarkan darah.
Belakangan diketahui, peluru tersebut meletus akibat terkena energi panas. Sebelum mandi, Eni anak korban menyimpan sebutir peluru di dekat tungku yang sedang menyala digunakan untuk menanak nasi. Peluru tersebut sebelumnya ditemukan oleh Arif (8), anak pertama korban di aliran Sungai Ciseel yang mengering tepatnya di bawah Jembatan Binangun peninggalan Belanda.
Akibat luka yang dialami, korban terpaksa harus menjalani operasi di RSUD Banjar. Setelah tim medis berhasil mengangkat serpihan selongsong peluru, korban menjalani perawatan di kediamanya.
“Sekarang sudah mendingan (membaik) pak. Sebelumnya, darah berceceran di mana-mana karena tidak bias berhenti sebelum serpihan peluru diangkat,” kata Een ditemui di kediamannya, Selasa (11/9/2012).
Een menjelaskan, saat peluru meletus dia sempat kaget karena mendengar suara sangat keras. Namun, saat itu Een tidak menyadari letusan peluru mengenai badannya. “Saya mengira letusan berasal dari bambu yang terbakar. Selang beberapa menit, saya merasakan panas di bagian paha kiri, setelah dilihat ternyata mengeluarkan darah yang sangat banyak,” jelas Een.
Selain melukai dirinya, kata Een, letusan peluru juga membuat wajan untuk menanak nasi rusak, meningalkan bekas bolong di bagian bawah. “Dari situ saya meyakini, saya telah terkena letusan peluru. Untuk itu, saya di bawa ke RSUD Banjar untuk di operasi,” pungkas Een.
Haris (40), suami korban menjelaskan, butiran peluru itu ditemukan oleh anak-anak di Dusun Binangun di bawah jembatan dari Sungai Ciseel.
“Semula kami tidak tahu, kalau buturan peluru itu berbahaya. “Ternyata, kalau terkena panas butiran peluru itu meletus. Dan mengakibatkan istri saya terluka. Kalaud ari awal tahu berbahaya, kami akan menyerahkan kepada polisi,” tandasnya Haris.
Anggota Koramil Langensari Kodim 0613 Ciamis Kopka Suhaya menjelaskan, beberapa saat setelah terjadi letusan peluru yang melukai warga Banjar, kami langsung mengumpulkan butiran peluru yang ditemukan anak-anak itu untuk diserahkan kepada yang berwajib.
“Hasil pengumpulan butiran peluru itu, dari empat rumah sudah terkumpul 59 butir. Sore ini, kembali ada warga yang menyerahkan enam peluru. Jadi jumlahnya ada 65 butir. Semuanya jenis peluru kaliber 5,56,” tandas Suhaya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banjar Ajun Komisaris Polisi Kosasih menjelaskan, butiran peluru yang ditemukan warga di Sungai Ciseel merupakan peluru hampa untuk latihan.
“Kami sudah mengamankan sebanyak 59 butir peluru, sisanya masih kami kumpulkan dari warga setempat dan kemungkinan memang masih banyak di lokasi sungai. Kami masih melakukan pencarian,” pungkas Kosasih.
Korban diketahui bernama Een (30), warga Dusun Girimulya RT01/13, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Peristiwa itu, terjadi di kediaman korban saat korban sedang memandikan anaknya Ani (3). Tiba-tiba sebuah peluru meletus dan mengenai paha kiri korban hingga mengeluarkan darah.
Belakangan diketahui, peluru tersebut meletus akibat terkena energi panas. Sebelum mandi, Eni anak korban menyimpan sebutir peluru di dekat tungku yang sedang menyala digunakan untuk menanak nasi. Peluru tersebut sebelumnya ditemukan oleh Arif (8), anak pertama korban di aliran Sungai Ciseel yang mengering tepatnya di bawah Jembatan Binangun peninggalan Belanda.
Akibat luka yang dialami, korban terpaksa harus menjalani operasi di RSUD Banjar. Setelah tim medis berhasil mengangkat serpihan selongsong peluru, korban menjalani perawatan di kediamanya.
“Sekarang sudah mendingan (membaik) pak. Sebelumnya, darah berceceran di mana-mana karena tidak bias berhenti sebelum serpihan peluru diangkat,” kata Een ditemui di kediamannya, Selasa (11/9/2012).
Een menjelaskan, saat peluru meletus dia sempat kaget karena mendengar suara sangat keras. Namun, saat itu Een tidak menyadari letusan peluru mengenai badannya. “Saya mengira letusan berasal dari bambu yang terbakar. Selang beberapa menit, saya merasakan panas di bagian paha kiri, setelah dilihat ternyata mengeluarkan darah yang sangat banyak,” jelas Een.
Selain melukai dirinya, kata Een, letusan peluru juga membuat wajan untuk menanak nasi rusak, meningalkan bekas bolong di bagian bawah. “Dari situ saya meyakini, saya telah terkena letusan peluru. Untuk itu, saya di bawa ke RSUD Banjar untuk di operasi,” pungkas Een.
Haris (40), suami korban menjelaskan, butiran peluru itu ditemukan oleh anak-anak di Dusun Binangun di bawah jembatan dari Sungai Ciseel.
“Semula kami tidak tahu, kalau buturan peluru itu berbahaya. “Ternyata, kalau terkena panas butiran peluru itu meletus. Dan mengakibatkan istri saya terluka. Kalaud ari awal tahu berbahaya, kami akan menyerahkan kepada polisi,” tandasnya Haris.
Anggota Koramil Langensari Kodim 0613 Ciamis Kopka Suhaya menjelaskan, beberapa saat setelah terjadi letusan peluru yang melukai warga Banjar, kami langsung mengumpulkan butiran peluru yang ditemukan anak-anak itu untuk diserahkan kepada yang berwajib.
“Hasil pengumpulan butiran peluru itu, dari empat rumah sudah terkumpul 59 butir. Sore ini, kembali ada warga yang menyerahkan enam peluru. Jadi jumlahnya ada 65 butir. Semuanya jenis peluru kaliber 5,56,” tandas Suhaya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banjar Ajun Komisaris Polisi Kosasih menjelaskan, butiran peluru yang ditemukan warga di Sungai Ciseel merupakan peluru hampa untuk latihan.
“Kami sudah mengamankan sebanyak 59 butir peluru, sisanya masih kami kumpulkan dari warga setempat dan kemungkinan memang masih banyak di lokasi sungai. Kami masih melakukan pencarian,” pungkas Kosasih.
(azh)