Bentrok, Desa Tambaksawah dijaga ketat polisi
Selasa, 11 September 2012 - 13:37 WIB
Bentrok, Desa Tambaksawah dijaga ketat polisi
A
A
A
Sindonews.com - Dua kompi pasukan Dalmas Polres Sidoarjo mengamankan Desa Tambaksawah, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). Anggota Dalmas ini berjaga untuk mengantisipasi bentrokan antar dua desa.
Letupan bentrokan mulai terjadi pada Selasa dini hari antara warga Desa Tambak Sawah dengan warga Tambak Rejo. Bentrok dua kelompok warga ini dipicu kasus penganiayaan yang dilakukan warga Tambaksawah.
Kapolsek Waru Kompol Harry Purwanto mengatakan, setelah mendapat penjagaan ketat, lokasi bentrokan mulai kondusif. Aktivitas warga di sekitar titik lokasi kejadian hingga Selasa siang ini sudah mulai normal.
Sejumlah warung dan terminal angkutan desa yang sempat tutup akibat bentrok warga dua desa itu, kini sudah mulai buka dan berjalan normal.
"Untuk menjaga keamanan dua desa yang bentrok itu, sekira 75 pasukan dari Satuan Dalmashingga saat ini masih disiagakan di sekitar lokasi kejadian," ujar Harry menjelaskan kepada wartawan, Selasa (11/9/2012).
Sementara terkait kasus penganiayaan yang menjadi pemicu bentrok dua desa itu, hingga kini polisi masih belum mengamakan satu pun pelaku penganiayaan. Sejak Selasa dini hari hingga siang, ini polisi masih memeriksa lima orang saksi, termasuk Kepala Desa Tambaksawah dan Kepala Desa Tambakrejo.
Bentrok warga dua desa di wilayah Kecamatan Waru, Sidoarjo ini terjadi Senin 10 September 2012 malam yang dipicu oleh penganiayaan dua orang warga Desa Tambakrejo yang diduga dilakukan oleh warga Desa Tambaksawah saat minum kopi di sebuah warung di Desa Tambaksawah.
Dalam bentrok warga itu, polisi sempat melakukan tembakan peringatan ke udara untuk melerai dan membubarkan bentrok warga tersebut.
Letupan bentrokan mulai terjadi pada Selasa dini hari antara warga Desa Tambak Sawah dengan warga Tambak Rejo. Bentrok dua kelompok warga ini dipicu kasus penganiayaan yang dilakukan warga Tambaksawah.
Kapolsek Waru Kompol Harry Purwanto mengatakan, setelah mendapat penjagaan ketat, lokasi bentrokan mulai kondusif. Aktivitas warga di sekitar titik lokasi kejadian hingga Selasa siang ini sudah mulai normal.
Sejumlah warung dan terminal angkutan desa yang sempat tutup akibat bentrok warga dua desa itu, kini sudah mulai buka dan berjalan normal.
"Untuk menjaga keamanan dua desa yang bentrok itu, sekira 75 pasukan dari Satuan Dalmashingga saat ini masih disiagakan di sekitar lokasi kejadian," ujar Harry menjelaskan kepada wartawan, Selasa (11/9/2012).
Sementara terkait kasus penganiayaan yang menjadi pemicu bentrok dua desa itu, hingga kini polisi masih belum mengamakan satu pun pelaku penganiayaan. Sejak Selasa dini hari hingga siang, ini polisi masih memeriksa lima orang saksi, termasuk Kepala Desa Tambaksawah dan Kepala Desa Tambakrejo.
Bentrok warga dua desa di wilayah Kecamatan Waru, Sidoarjo ini terjadi Senin 10 September 2012 malam yang dipicu oleh penganiayaan dua orang warga Desa Tambakrejo yang diduga dilakukan oleh warga Desa Tambaksawah saat minum kopi di sebuah warung di Desa Tambaksawah.
Dalam bentrok warga itu, polisi sempat melakukan tembakan peringatan ke udara untuk melerai dan membubarkan bentrok warga tersebut.
(azh)