Perlindungan kepada pengidap HIV/AIDS belum komprehensif

Sabtu, 08 September 2012 - 16:43 WIB
Perlindungan kepada...
Perlindungan kepada pengidap HIV/AIDS belum komprehensif
A A A
Sindonews.com - Indonesia dinilai belum mampu memberikan perlindungan secara komprehensif kepada para pengidap HIV/AIDS. Akibatnya, angka kejadian HIV/AIDS terus meningkat di Indonesia.

Dari riset yang dilakukan Asisten Deputi Bidang Hukum HAM, Aparatur Negara dan Kominfo Sekretariat Kabinet Fadlansyah Lubis diketahui, belum adanya perlindungan yang komprehensif kepada para penderita HIV/AIDS itu diakibatkan perilaku aparat pelaksana di rumah sakit (RS), dan lembaga pemasyarakatan yang masih belum optimal.

"Banyak terjadi kasus di RS pengidap HIV/AIDS tidak mendapat pelayanan kesehatan dengan baik, bahkan hingga terjadi penolakan perawatan. Penolakan ini dengan berbagai argumentasi, seperti keterbatasan fasilitas kesehatan yang memberi kesan pihak RS tidak mau melakukan perawatan," kata Fadlansyah saat mempertahankan disertasinya di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (8/9/2012).

Dia mengungkapkan, perlakuan diskriminatif di Lembaga Pemasyarakatan, terlihat dari tidak adanya akses perawatan kesehatan yang memadai, dan adanya pembiaran terhadap para pengidap HIV/AIDS.

Untuk itu, negara perlu memberikan perlindungan dan jaminan terhadap pengidap HIV/AIDS, dengan merevisi atau menerbitkan peraturan perundang-undangan yang melindungi pengidap HIV/AIDS.

Menurutnya, para pengidap HIV/AIDS seringkali mengalami diskriminasi seperti tidak ada empati, tidak ada pengayoman, dan perlakuan negatif lainnya. Rumah sakit kerap kali menolak pasien yang terkena virus, menunda perawatan, hingga melanggar kerahasiaan pasien.

"Rumah Sakit, dan Lembaga Pemasyarakatan belum mencerminkan nilai-nilai toleransi, empati dan non diskriminatif. Perlindungan terhadap hak pengidap HIV/AIDS semestinya tercermin pada substansi peraturan, dan perilaku aparat pelaksananya," tandasnya.
(lil)
Berita Terkait
Wijianto Jalan Kaki...
Wijianto Jalan Kaki di 30 Provinsi untuk Hapus Stigma Orang dengan HIV
Diidap Ratusan Mahasiswa...
Diidap Ratusan Mahasiswa di Bandung, Apa Itu HIV AIDS?
Kaum Wanita dan Anak...
Kaum Wanita dan Anak Jadi Populasi Kunci dalam Upaya Akhiri AIDS
Badai COVID-19 Belum...
Badai COVID-19 Belum Berlalu, Kini Muncul Strain HIV Supermutan
Pengidap HIV-AIDS di...
Pengidap HIV-AIDS di Sulsel Mencapai 26 Ribu Orang
Luc Montagnier, Ilmuwan...
Luc Montagnier, Ilmuwan Penemu Virus HIV/AIDS Meninggal Dunia
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
3 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
3 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
Presiden Trump: Zelensky...
Presiden Trump: Zelensky Belum Siap untuk Perdamaian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved