10.000 ton pupuk oplosan disita

Kamis, 06 September 2012 - 09:23 WIB
10.000 ton pupuk oplosan...
10.000 ton pupuk oplosan disita
A A A
Sindonews.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) kembali menyita ribuan ton pupuk bersubsidi oplosan dari Kawasan Industri (KIM) I Belawan, setelah Senin 3 September lalu menyita 1.000 ton lebih.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut Komisaris Besar (Kombes) Pol Sadono Budi Nugroho mengatakan, penyitaan dilakukan dari dua gudang yang diduga menimbun dan mengoplos pupuk bersubsidi menjadi non bersubsidi yakni, gudang bernomor 40 dan Gudang Berkat di wilayah KIM I Belawan. Dengan demikian, total pupuk yang telah disita hingga kemarin mencapai 10.000 ton lebih.

“Sampai saat ini kami terus menelusuri dan mengembangkan kasus pengoplosan dan penimbunan pupuk bersubsidi tersebut.Kalau kemarin hanya dari satu gudang, sekarang sudah ada tiga gudang,” ungkap Sadono menjelaskan, Rabu 5 September 2012.

Sebelumnya, Senin (3/9) lalu, Polda Sumut juga melakukan penggerebekan bersama anggota DPRD Sumut. Hasilnya, ditemukan 1.000 ton lebih pupuk bersubsidi yang dioplos menjadi pupuk non bersubsidi dari gudang di KIM I Belawan, Medan.

“Jadi pengembangan terus kami lakukan.Saksi yang kami periksa juga sudah lebih banyak dari yang kemarin hanya tujuh orang. Cuma mereka masih di lokasi dan belum dibawa kemari,” ungkap Sadono.

Sadono sendiri mengaku belum bisa memastikan jumlah saksi yang diperiksa dan bakal menjadi tersangka. Sebab pihaknya masih melakukan penyelidikan secara intensif, termasuk menelusuri dugaan keterlibatan PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) dalam penimbunan dan pengoplosan pupuk bersubsidi tersebut.

”Semua masih kami telusuri. Sabar ya, nanti pasti akan kami beritahukan kepada rekanrekan,” ujarnya.

Anggota Komisi B DPRD Sumut Sudirman Halawa sebelumnya mendesak Polda Sumut mengusut tuntas temuan pupuk bersubsidi oplosan dari gudang penampungan di kawasan Mabar, Kecamatan Medan Deli.Sudirman menyebutkan dari peninjauan ke lapangan itu, pihaknya menduga praktik pengoplosan pupuk bersubsidi menjadi non bersubsidi sudah berlangsung lama.

Sebab, gudang yang digerebek cukup besar.Apalagi di sana juga terjadi pengepakan ulang pupuk setelah dioplos.

“Pengepakan itu menggunakan karung yang berlogo Pusri. Ini kan perlu didalami, kok Pusri tidak tahu.Apakah logo di karung itu palsu? Tentu ini yang harus didalami polisi,” tukasnya.
Politikus Golkar ini mengatakan, bukan tidak mungkin ada keterlibatan oknum PT Pusri dalam pengoplosan pupuk bersubsidi itu. Karena itu dia berharap Polda Sumut bisa mengungkap permainan pupuk bersubsidi ini sampai ke akarnya.

“Siapa yang memasok pupuk ke Sumut dan siapa pula yang mengantarkannya ke gudang itu? Pengoplosan ini sangat merugikan negara dan petani karena itu pupuk bersubsidi,” tuturnya.
(azh)
Berita Terkait
Setelah Beras Oplosan,...
Setelah Beras Oplosan, Pupuk Palsu Rugikan Petani Triliunan Rupiah
Gerebek Tempat Produksi...
Gerebek Tempat Produksi Pupuk Oplosan, Polisi Tangkap 3 Tersangka di Banyuasin
Polda Jateng Bongkar...
Polda Jateng Bongkar Gudang Gula Oplosan dan Ungkap Peredaran Pupuk Palsu
Sindikat Pupuk Oplosan...
Sindikat Pupuk Oplosan di Lampung Selatan Digulung Polisi, Pemilik Jadi Tersangka dan Ditahan
Wow! New York Legalkan...
Wow! New York Legalkan Mayat Manusia Diolah Jadi Pupuk
Miras Oplosan Tewaskan...
Miras Oplosan Tewaskan Sembilan Orang di Jepara
Berita Terkini
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
39 menit yang lalu
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
40 menit yang lalu
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
1 jam yang lalu
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
2 jam yang lalu
Ledakan Bom Sisa Perang...
Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua, 9 Tewas, 6 Luka-luka
2 jam yang lalu
SMA 1 Gresik Raih Adiwiyata,...
SMA 1 Gresik Raih Adiwiyata, Menteri Jumhur: Jatim Ranking 1 Jaga Lingkungan
2 jam yang lalu
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved