Tak sempat kendarai mobil barunya
Minggu, 02 September 2012 - 01:46 WIB
Tak sempat kendarai mobil barunya
A
A
A
Sindonews.com - Beberapa waktu lalu, Briptu Suherman dikunjungi ibunya ke Jakarta. Saat itu, Briptu Suherman menitipkan uang pada ibunya untuk membeli mobil di kampungnya. Sayang belum sempat mengendarai mobilnya, Briptu Suherman harus berpulang lebih dulu.
Briptu (Anumerta) Suherman, yang tewas dalam penangkapan terduga teroris di Solo, Jawa Tengah (Jateng) dikenal keluarga dan teman-temannya sebagai pribadi yang menyenangkan.
Beberapa waktu lalu, kedua orangtuanya berangkat ke Jakarta untuk menjenguk Suherman. Pasalnya, Suherman tidak sempat berlebaran pada tahun ini di kampung halamannya di Pinrang.
Diceritakan Usman, sepupu almarhum, saat ibunya di Jakarta, Suherman memberikan uang. “Dia (almarhum) kasih uang ke mamanya (ibu). Dia suruh mamanya beli mobil. Katanya kalau dia pulang, mobil itu dia bisa pakai,” cerita Usman yang ditemui dirumah duka, Sabtu 1 September 2012 malam.
Hanya sayang, mobil Toyota Rush warna putih yang sudah dibelikan untuk kedua orangtuanya belum sempat dipakai Suherman hingga dia meninggal. “Masih baru. Belum seminggu itu mobilnya,” tunjuk Usman.
Selain mobil baru, alumni SMA 1 Atampanua, Pinrang itu juga punya rencana lain. Dia juga berpesan ke ibunya, agar ke Jakarta lagi bulan ini (September). “Dia rencana mau pindah rumah di Jakarta. Ada rumah barunya,” kata Usman.
Tuhan punya rencana yang lain untuk Usman. Semua materi yang dikumpulkan dan diberikan ke orangtuanya, yang tentunya juga akan menjadi kebanggaan, tak sempat ia nikmati hingga timah panas menembus tubuhnya yang menjadi penyebab kematiannya.
Briptu (Anumerta) Suherman, yang tewas dalam penangkapan terduga teroris di Solo, Jawa Tengah (Jateng) dikenal keluarga dan teman-temannya sebagai pribadi yang menyenangkan.
Beberapa waktu lalu, kedua orangtuanya berangkat ke Jakarta untuk menjenguk Suherman. Pasalnya, Suherman tidak sempat berlebaran pada tahun ini di kampung halamannya di Pinrang.
Diceritakan Usman, sepupu almarhum, saat ibunya di Jakarta, Suherman memberikan uang. “Dia (almarhum) kasih uang ke mamanya (ibu). Dia suruh mamanya beli mobil. Katanya kalau dia pulang, mobil itu dia bisa pakai,” cerita Usman yang ditemui dirumah duka, Sabtu 1 September 2012 malam.
Hanya sayang, mobil Toyota Rush warna putih yang sudah dibelikan untuk kedua orangtuanya belum sempat dipakai Suherman hingga dia meninggal. “Masih baru. Belum seminggu itu mobilnya,” tunjuk Usman.
Selain mobil baru, alumni SMA 1 Atampanua, Pinrang itu juga punya rencana lain. Dia juga berpesan ke ibunya, agar ke Jakarta lagi bulan ini (September). “Dia rencana mau pindah rumah di Jakarta. Ada rumah barunya,” kata Usman.
Tuhan punya rencana yang lain untuk Usman. Semua materi yang dikumpulkan dan diberikan ke orangtuanya, yang tentunya juga akan menjadi kebanggaan, tak sempat ia nikmati hingga timah panas menembus tubuhnya yang menjadi penyebab kematiannya.
(ysw)