Waspadai cuaca ekstrem di Pantura
Kamis, 30 Agustus 2012 - 08:25 WIB
Waspadai cuaca ekstrem di Pantura
A
A
A
Sindonews.com - Masyarakat di wilayah pantura diminta waspada terhadap cuaca ekstrem yang terjadi pada Oktober hingga September mendatang.
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Stasiun Meteorologi Jatiwangi, Kabupaten Majalengka memprediksi suhu udara di wilayah pantura bisa mencapai lebih dari 35 derajat celsius. Kepala BMG Stasiun Meteorologi Jatiwangi Effendi mengatakan, perubahan suhu udara yang terjadi selama Oktober hingga September itu dipicu dari pergerakan matahari yang mendekati garis khatulistiwa.
Menurut dia, pergerakan matahari itu telah terjadi sejak Agustus. Dia menyebutkan, matahari akan terus bergerak ke arah selatan hingga mendekati garis khatulistiwa. Kondisi tersebut, kata dia, sangat berpengaruh terhadap tingginya suhu udara.
“Bahkan,pada September nanti suhu udara bisa melebihi 35 derajat celsius,” ungkap Effendi menjelaskan kepada wartawan, Rabu 29 Agustus 2012.
Dia menyebutkan, tingginya suhu udara itu pada Oktober dan September nanti diperparah dengan kondisi angin timur yang bergerak dengan tidak membawa uap air.
“Angin yang bergerak sekarang ini kering, tidak membawa uap air. Jadi, selain dari pergerakan matahari, angin juga mempengaruhi cuaca panas yang terjadi saat ini,” jelas dia.
Dia menjelaskan, peningkatan suhu udara itu akan mulai terjadi sejak pukul 10.00 WIB. Pada pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB menjadi puncak tingginya suhu udara. Setelah itu, suhu akan kembali turun sekitar pukul 15.00 WIB.
“Saat ini saja,sekitar pukul 12.00 suhu udara di wilayah Majalengka telah mencapai 34-35 derajat celcius,” tegas dia.
Dia mengungkapkan, tahun ini akan menjadi suhu terpanas yang pernah terjadi di wilayah pantura. Sebab, berdasarkan data, pada 2010 hingga 2011 suhu udara yang terjadi saat musim kemarau di Oktober- September hanya mencapai 33-34 derajat celcius.
“Tahun ini bisa menjadi yang tertinggi. Sebab, pada Agustus saja suhu udara sudah mencapai 34 derajat celcius lebih tinggi dibandingkan pada Agustus 2011 lalu yang hanya mencapai 33,4 derajat celsius,” ungkap dia.
Sementara itu,Kasi Imunisasi dan Survailant Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majalengka Ida Heri mengimbau agar masyarakat lebih berhatihati terhadap perkembangan suhu udara yang terjadi. Penyakit saluran pernafasan akan menjadi ancaman tertinggi.
Dia menyebutkan, dengan panas yang terik pada siang hari dan cuaca yang dingin pada malam hari, dinilai dapat berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem pernapasan. Selain itu, warga juga diminta banyak mengonsumsi air agar tidak terjadi dehidrasi.
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Stasiun Meteorologi Jatiwangi, Kabupaten Majalengka memprediksi suhu udara di wilayah pantura bisa mencapai lebih dari 35 derajat celsius. Kepala BMG Stasiun Meteorologi Jatiwangi Effendi mengatakan, perubahan suhu udara yang terjadi selama Oktober hingga September itu dipicu dari pergerakan matahari yang mendekati garis khatulistiwa.
Menurut dia, pergerakan matahari itu telah terjadi sejak Agustus. Dia menyebutkan, matahari akan terus bergerak ke arah selatan hingga mendekati garis khatulistiwa. Kondisi tersebut, kata dia, sangat berpengaruh terhadap tingginya suhu udara.
“Bahkan,pada September nanti suhu udara bisa melebihi 35 derajat celsius,” ungkap Effendi menjelaskan kepada wartawan, Rabu 29 Agustus 2012.
Dia menyebutkan, tingginya suhu udara itu pada Oktober dan September nanti diperparah dengan kondisi angin timur yang bergerak dengan tidak membawa uap air.
“Angin yang bergerak sekarang ini kering, tidak membawa uap air. Jadi, selain dari pergerakan matahari, angin juga mempengaruhi cuaca panas yang terjadi saat ini,” jelas dia.
Dia menjelaskan, peningkatan suhu udara itu akan mulai terjadi sejak pukul 10.00 WIB. Pada pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB menjadi puncak tingginya suhu udara. Setelah itu, suhu akan kembali turun sekitar pukul 15.00 WIB.
“Saat ini saja,sekitar pukul 12.00 suhu udara di wilayah Majalengka telah mencapai 34-35 derajat celcius,” tegas dia.
Dia mengungkapkan, tahun ini akan menjadi suhu terpanas yang pernah terjadi di wilayah pantura. Sebab, berdasarkan data, pada 2010 hingga 2011 suhu udara yang terjadi saat musim kemarau di Oktober- September hanya mencapai 33-34 derajat celcius.
“Tahun ini bisa menjadi yang tertinggi. Sebab, pada Agustus saja suhu udara sudah mencapai 34 derajat celcius lebih tinggi dibandingkan pada Agustus 2011 lalu yang hanya mencapai 33,4 derajat celsius,” ungkap dia.
Sementara itu,Kasi Imunisasi dan Survailant Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majalengka Ida Heri mengimbau agar masyarakat lebih berhatihati terhadap perkembangan suhu udara yang terjadi. Penyakit saluran pernafasan akan menjadi ancaman tertinggi.
Dia menyebutkan, dengan panas yang terik pada siang hari dan cuaca yang dingin pada malam hari, dinilai dapat berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem pernapasan. Selain itu, warga juga diminta banyak mengonsumsi air agar tidak terjadi dehidrasi.
(azh)