PKS bantah dukung Foke-Nara karena uang
Rabu, 29 Agustus 2012 - 14:05 WIB
PKS bantah dukung Foke-Nara karena uang
A
A
A
Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membantah anggapan yang menyebut PKS mendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) karena mahar (uang) yang ditawarkan pasangan tersebut.
Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Sidiq mengatakan, pihaknya mendukung pasangan Foke-Nara dengan banyak pertimbangan. Di antaranya, kapasitas dan komitmen para kandidat untuk membangun Jakarta kedepannya.
"Itu isu sesat yang diedarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami menilai dan mendalami kapasitas kedua calon, dan memang yang paling cocok, serta punya komitmen kuat untuk membenahi DKI adalah Foke-Nara," katanya di Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Dia mengungkapkan, pihaknya sama sekali tidak memikirkan mahar yang ditawarkan pasangan yang semula diusung Partai Demokrat itu.
"Salah satu alasan yang krusial adalah ketidakjelasan sikap pasangan Jokowi-Ahok untuk tetap menjalankan tugasnya sebagai gubernur jika menang dalam putaran kedua nanti," ujarnya.
Anggota Komisi I DPR ini menegaskan, dalam koalisi yang dilakukannya, masing-masing pihak harus bisa menghormati kontrak politik yang disepakati.
"Jokowi sendiri tidak ada konfirmasi mengenai hal itu, jadi kita anggap tidak setuju dengan syarat yang kita ajukan," ungkapnya.
Meski demikian, Mahfudz juga mengakui pernah mendukung Jokowi saat pengusungannya sebagai Wali Kota Solo. Pasalnya, PKS ketika itu melihat banyak gagasan yang bagus dan bisa dijalankan oleh Jokowi.
"Kita tidak mau orang yang diberikan amanah terus memburu jabatan yang lebih tinggi. Kita tidak mau hal itu menjadi tren, atau gejala umum. Karena hal itu mencederai amanah yang diberikan," tandasnya.
Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Sidiq mengatakan, pihaknya mendukung pasangan Foke-Nara dengan banyak pertimbangan. Di antaranya, kapasitas dan komitmen para kandidat untuk membangun Jakarta kedepannya.
"Itu isu sesat yang diedarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami menilai dan mendalami kapasitas kedua calon, dan memang yang paling cocok, serta punya komitmen kuat untuk membenahi DKI adalah Foke-Nara," katanya di Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Dia mengungkapkan, pihaknya sama sekali tidak memikirkan mahar yang ditawarkan pasangan yang semula diusung Partai Demokrat itu.
"Salah satu alasan yang krusial adalah ketidakjelasan sikap pasangan Jokowi-Ahok untuk tetap menjalankan tugasnya sebagai gubernur jika menang dalam putaran kedua nanti," ujarnya.
Anggota Komisi I DPR ini menegaskan, dalam koalisi yang dilakukannya, masing-masing pihak harus bisa menghormati kontrak politik yang disepakati.
"Jokowi sendiri tidak ada konfirmasi mengenai hal itu, jadi kita anggap tidak setuju dengan syarat yang kita ajukan," ungkapnya.
Meski demikian, Mahfudz juga mengakui pernah mendukung Jokowi saat pengusungannya sebagai Wali Kota Solo. Pasalnya, PKS ketika itu melihat banyak gagasan yang bagus dan bisa dijalankan oleh Jokowi.
"Kita tidak mau orang yang diberikan amanah terus memburu jabatan yang lebih tinggi. Kita tidak mau hal itu menjadi tren, atau gejala umum. Karena hal itu mencederai amanah yang diberikan," tandasnya.
(lil)