Bahan peledak ditemukan
Rabu, 29 Agustus 2012 - 08:35 WIB
Bahan peledak ditemukan
A
A
A
Sindonews.com - Kota Bandung digegerkan dengan penemuan granat dan bahan peledak TNT aktif di bak sampah, Jalan Natuna 87, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, pukul 02.30 WIB dini hari kemarin.
Penemuan bahan peledak jenis high explosive itu berbarengan dengan sejumlah peluru tajam dan granat. Benda yang tersimpan dalam kantong keresek itu pertama kali ditemukan seorang pemulung. Kantong itu berisi 1 detonator, 2 granat nanas buatan Amerika, 1 TNT stik 50 gram, 2 peluru sinyal, 24 butir peluru hampa kaliber 5,56, dan 6 butir peluru tajam kaliber 7,62.
Berikutnya 6 butir peluru tajam kaliber 5,56, 1 butir peluru tajam US Carabong, 2 butir peluru tajam kaliber 22,1 butir peluru tajam SNB, 1 butir peluru tajam kaliber 45,9 tabung isian gas air softgun, 1 butir peluru hampa kaliber 7,62, dan pin air bon.
Bahan peledak yang ditemukan di Kota Bandung, Jawa Barat diduga kuat memiliki daya ledak besar. Hingga kemarin, polisi masih terus meneliti bahan peledak tersebut. "Jika dilihat dari fisik bahan peledak dan TNT yang ditemukan, dimungkinkan pelaku akan membuat bom rakitan berdaya ledak besar,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Wijonarko, di Bandung, Jawa Barat, Selasa 28 Agustus 2012.
Menurut dia, barang-barang itu sudah diamankan tim Gegana Polda Jawa Barat, dan seluruhnya merupakan benda aktif dan berbahaya. TNT Stik 50 gram kalau terangkai akan mengakibatkan ledakan besar. Meski demikian, polisi masih menyelidikinya, termasuk memastikan daya ledak bendabenda tersebut. “Hingga kemarin sudah lima saksi diperiksa, di antaranya saksi yang pertama kali menemukan dan pemilik rumah tersebut,” terangnya.
Bahan peledak dan benda berbahaya itu pertama kali ditemukan Asep Supriyadi (21), pemulung yang biasa memilah sampah di lokasi tersebut. Pria asal Kabupaten Garut itu melihat sebuah kantong plastik berwarna putih tersimpan di bak sampah. “Yang pertama menemukan bungkusan itu pemulung. Adanya di bak sampah pertama, pas masuk Jalan Natuna (dari arah Jalan Sunda). Bungkusannya pakai keresek putih dengan berat sekitar empat sampai lima kilogram,” kata Aceng, tukang becak di sekitar lokasi.
Karena lumayan berat dan isinya berkontur seperti logam, Asep pun membawa bungkusan itu ke pertigaan Jalan Sunda-Jalan Rakata, yang berjarak hanya sekitar 50 meter. Di lokasi tersebut, sang pemulung membuka bungkusan untuk diketahui barang-barang di dalamnya.
“Di Jalan Natuna itu tempatnya gelap, jadi Asep membawa bungkusannya ke sini (pertigaan Jalan Sunda-Jalan Rakata). Waktu dibongkar, saya lihat ada bungkusan berbentuk kotak dan kabel. Saya dan beberapa orang yang ikut melihat pun curiga itu bom. Selain itu, ada juga banyak peluru besar dan runcing, seukuran telunjuk saya,” ujarnya.
Saat ditemukan, kata Aceng, benda-benda tersebut dalam kondisi terpisah. Tidak ada barang yang terangkai atau tampak sudah dirakit. Mereka meyakini bahwa granat, TNT, dan peluru yang ditemukan itu dalam kondisi baru. “Kalau memang bom, mungkin belum dirakit. Dan kondisinya terlihat masih baru, seperti belum dipakai sama sekali,” tuturnya.
Menyadari benda itu berbahaya, mereka langsung mencari polisi patroli. Tidak berselang lama, petugas datang dan mengamankan lokasi. Penemuan bahan peledak ini diduga berkaitan dengan kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada rangkaian puncak Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Merdeka Bandung, Kamis 30 Agustus 2012 mendatang.
Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto mengungkapkan, Mabes Polri masih belum menyebutkan dugaan siapa pemilik barang peledak tersebut. Polda Jabar, kata Agus, masih melakukan penyelidikan.
“Kita belum bisa menyebutkan siapa pemiliknya, apakah teroris atau siapa, nanti tunggu saja,” papar Agus.
Agus juga belum bisa menyimpulkan apakah bahan peledak tersebut berdaya ledak tinggi atau rendah. “Yang pasti, semua masih dalam penelitian kita, dalam penyelidikan,” tukas dia.
Penemuan bahan peledak jenis high explosive itu berbarengan dengan sejumlah peluru tajam dan granat. Benda yang tersimpan dalam kantong keresek itu pertama kali ditemukan seorang pemulung. Kantong itu berisi 1 detonator, 2 granat nanas buatan Amerika, 1 TNT stik 50 gram, 2 peluru sinyal, 24 butir peluru hampa kaliber 5,56, dan 6 butir peluru tajam kaliber 7,62.
Berikutnya 6 butir peluru tajam kaliber 5,56, 1 butir peluru tajam US Carabong, 2 butir peluru tajam kaliber 22,1 butir peluru tajam SNB, 1 butir peluru tajam kaliber 45,9 tabung isian gas air softgun, 1 butir peluru hampa kaliber 7,62, dan pin air bon.
Bahan peledak yang ditemukan di Kota Bandung, Jawa Barat diduga kuat memiliki daya ledak besar. Hingga kemarin, polisi masih terus meneliti bahan peledak tersebut. "Jika dilihat dari fisik bahan peledak dan TNT yang ditemukan, dimungkinkan pelaku akan membuat bom rakitan berdaya ledak besar,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Wijonarko, di Bandung, Jawa Barat, Selasa 28 Agustus 2012.
Menurut dia, barang-barang itu sudah diamankan tim Gegana Polda Jawa Barat, dan seluruhnya merupakan benda aktif dan berbahaya. TNT Stik 50 gram kalau terangkai akan mengakibatkan ledakan besar. Meski demikian, polisi masih menyelidikinya, termasuk memastikan daya ledak bendabenda tersebut. “Hingga kemarin sudah lima saksi diperiksa, di antaranya saksi yang pertama kali menemukan dan pemilik rumah tersebut,” terangnya.
Bahan peledak dan benda berbahaya itu pertama kali ditemukan Asep Supriyadi (21), pemulung yang biasa memilah sampah di lokasi tersebut. Pria asal Kabupaten Garut itu melihat sebuah kantong plastik berwarna putih tersimpan di bak sampah. “Yang pertama menemukan bungkusan itu pemulung. Adanya di bak sampah pertama, pas masuk Jalan Natuna (dari arah Jalan Sunda). Bungkusannya pakai keresek putih dengan berat sekitar empat sampai lima kilogram,” kata Aceng, tukang becak di sekitar lokasi.
Karena lumayan berat dan isinya berkontur seperti logam, Asep pun membawa bungkusan itu ke pertigaan Jalan Sunda-Jalan Rakata, yang berjarak hanya sekitar 50 meter. Di lokasi tersebut, sang pemulung membuka bungkusan untuk diketahui barang-barang di dalamnya.
“Di Jalan Natuna itu tempatnya gelap, jadi Asep membawa bungkusannya ke sini (pertigaan Jalan Sunda-Jalan Rakata). Waktu dibongkar, saya lihat ada bungkusan berbentuk kotak dan kabel. Saya dan beberapa orang yang ikut melihat pun curiga itu bom. Selain itu, ada juga banyak peluru besar dan runcing, seukuran telunjuk saya,” ujarnya.
Saat ditemukan, kata Aceng, benda-benda tersebut dalam kondisi terpisah. Tidak ada barang yang terangkai atau tampak sudah dirakit. Mereka meyakini bahwa granat, TNT, dan peluru yang ditemukan itu dalam kondisi baru. “Kalau memang bom, mungkin belum dirakit. Dan kondisinya terlihat masih baru, seperti belum dipakai sama sekali,” tuturnya.
Menyadari benda itu berbahaya, mereka langsung mencari polisi patroli. Tidak berselang lama, petugas datang dan mengamankan lokasi. Penemuan bahan peledak ini diduga berkaitan dengan kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada rangkaian puncak Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Merdeka Bandung, Kamis 30 Agustus 2012 mendatang.
Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto mengungkapkan, Mabes Polri masih belum menyebutkan dugaan siapa pemilik barang peledak tersebut. Polda Jabar, kata Agus, masih melakukan penyelidikan.
“Kita belum bisa menyebutkan siapa pemiliknya, apakah teroris atau siapa, nanti tunggu saja,” papar Agus.
Agus juga belum bisa menyimpulkan apakah bahan peledak tersebut berdaya ledak tinggi atau rendah. “Yang pasti, semua masih dalam penelitian kita, dalam penyelidikan,” tukas dia.
(lil)