100 kios PKL digusur
Rabu, 29 Agustus 2012 - 00:12 WIB
100 kios PKL digusur
A
A
A
Sindonews.com - Kurang lebih seratus kios pedagang kaki lima (PKL) digusur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di sepanjang Jalan Kakap, Banda Aceh. Penggusuran tersebut berjalan lancar, tanpa ada perlawanan dari para pedagang.
"Saya tidak keberatan digusur, tapi harus ada solusi. Inilah mata pencarian kami," kata salah seorang pedagang Zainuddin, di Banda Aceh, Selasa (28/8/2012).
Walau demikian, para pedagang itu mengancam akan kembali membangun lapak untuk berjualan. Jika hal itu tidak memiliki solusi yang jelas. Zainuddin sendiri sudah berdagang sejak 1992, dia telah berkali-kali digusur, namun tepat berjualan lagi.
Penertiban PKL di ruas jalan yang bersebelahan dengan Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, memang menjadi lokasi incaran para PKL untuk berjualan buah-buahan, dan makanan ringan serta minuman. Namun, atas alasan keindahan kota, sedikitnya 100 personil Polisi Pamong Praja menggusur.
"Tugas kami menertibkan dan menciptakan keindahan kota," tegas Kepala Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Banda Aceh Fadhil.
Menurut Fadli, sebelum melakukan penggusuran pihaknya telah melakukan koordinasi dan peringatan persuasif terhadap PKL tersebut. Sehingga sebagaian besar pedagang telah merubuhkan kiosnya sendiri. Dia sendiri tidak mengetahui pasti kemana para PKL itu direlokasi.
"Saya tidak keberatan digusur, tapi harus ada solusi. Inilah mata pencarian kami," kata salah seorang pedagang Zainuddin, di Banda Aceh, Selasa (28/8/2012).
Walau demikian, para pedagang itu mengancam akan kembali membangun lapak untuk berjualan. Jika hal itu tidak memiliki solusi yang jelas. Zainuddin sendiri sudah berdagang sejak 1992, dia telah berkali-kali digusur, namun tepat berjualan lagi.
Penertiban PKL di ruas jalan yang bersebelahan dengan Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, memang menjadi lokasi incaran para PKL untuk berjualan buah-buahan, dan makanan ringan serta minuman. Namun, atas alasan keindahan kota, sedikitnya 100 personil Polisi Pamong Praja menggusur.
"Tugas kami menertibkan dan menciptakan keindahan kota," tegas Kepala Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Banda Aceh Fadhil.
Menurut Fadli, sebelum melakukan penggusuran pihaknya telah melakukan koordinasi dan peringatan persuasif terhadap PKL tersebut. Sehingga sebagaian besar pedagang telah merubuhkan kiosnya sendiri. Dia sendiri tidak mengetahui pasti kemana para PKL itu direlokasi.
(mhd)