Ponpes Mashadul Al Mustatobah didatangi ratusan warga
Senin, 27 Agustus 2012 - 13:41 WIB
Ponpes Mashadul Al Mustatobah didatangi ratusan warga
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan warga mendatangi Pondok Pesantren Mashadul Al Mustatobah di Kelurahan Pondok Petir, Bojongsari, Depok, yang dibakar tadi malam. Ratusan warga itu berjaga, takut ada serangan kembali dari sekelompok warga tak dikenal yang melakukan pembakaran pondok pesantren.
Tidak hanya warga, Polres Depok bahkan memberlakukan status darurat dan mengerahkan seluruh kapolsek di tujuh polsek menyambangi lokasi kejadian. Puing-puing bekas perusakan dan pembakaran pondok pesantren masih tersisa di halaman dan interior pondok pesantren tersebut.
Bongkahan batu bata besar dan ratusan genteng terbakar masih terlihat di halaman pondok pesantren tersebut. Polisi juga sudah memberi garis polisi di lokasi kejadian.
"Kasus ini berawal dari kasus perkawinan siri yang dilakukan oleh Ustad Fauzan yang merupakan pemilik pesantren, yang dilaksanakan tanpa dihadiri saksi, orangtua tak terima, itu saja titik awalnya," katanya Muhammad Hussen, tokoh masyarakat setempat, Senin (27/08/12).
Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni juga sudah memantau lokasi. Polisi juga sudah olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti.
Semalam warga marah dan membakar pondok pesantren tersebut pasca cerita dan isu yang diungkapkan salah satu santri berinisial M yang mengaku telah dipaksa menikah dan dilecehkan oleh Ustad Fauzan. Sementara polisi sudah menahan ustad cabul tersebut sejak dua hari lalu.
Tidak hanya warga, Polres Depok bahkan memberlakukan status darurat dan mengerahkan seluruh kapolsek di tujuh polsek menyambangi lokasi kejadian. Puing-puing bekas perusakan dan pembakaran pondok pesantren masih tersisa di halaman dan interior pondok pesantren tersebut.
Bongkahan batu bata besar dan ratusan genteng terbakar masih terlihat di halaman pondok pesantren tersebut. Polisi juga sudah memberi garis polisi di lokasi kejadian.
"Kasus ini berawal dari kasus perkawinan siri yang dilakukan oleh Ustad Fauzan yang merupakan pemilik pesantren, yang dilaksanakan tanpa dihadiri saksi, orangtua tak terima, itu saja titik awalnya," katanya Muhammad Hussen, tokoh masyarakat setempat, Senin (27/08/12).
Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni juga sudah memantau lokasi. Polisi juga sudah olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti.
Semalam warga marah dan membakar pondok pesantren tersebut pasca cerita dan isu yang diungkapkan salah satu santri berinisial M yang mengaku telah dipaksa menikah dan dilecehkan oleh Ustad Fauzan. Sementara polisi sudah menahan ustad cabul tersebut sejak dua hari lalu.
(san)