Hirup gas beracun di sumur, 1 orang tewas
Minggu, 26 Agustus 2012 - 17:34 WIB
Hirup gas beracun di sumur, 1 orang tewas
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah sumur tua milik Subandi alias Ete (37), warga Desa Limbang Jaya I Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir (OI) tiba-tiba menghebohkan masyarakat setempat. Satu warga tewas dan dua lainnya sekarat saat mencoba membersihkan sumur dengan kedalaman delapan meter tersebut.
Diduga di dalam sumur tersebut mengandung gas beracun. Satu korban tewas merupakan pemiliknya Subandi alias Ete. Sementara dua korban sekarat Mohammad Nasir alias Anang (26), warga Desa Limbang Jaya II dan Zainal (25), warga Desa Limbang Jaya I Kecamatan Tanjung Batu. Ketiga korban langsung dilarikan ke Puskesmas Tanjung Batu guna mendapatkan perawatan intensif.
Informasi dihimpun, pagi itu sekitar pukul 08.00 WIB, Minggu (26/8/2012), Subandi alias Ete berniat untuk membersihkan sumur tuanya karena kekeringan air. Rupanya belum satu jam berada dalam sumur, Ete merasakan sesak nafas hingga menjerit minta tolong. Mendengar teriakan itu, bergegas warga di sekitar mendekati sumur maut itu.
Karena cukup dalam, warga tidak berani masuk ke dalam sumur tersebut. Namun karena melihat tubuh Ete semakin lemas, temannya Mohammad Nasir alias Anang memberanikan diri masuk ke dalam sumur untuk memberikan pertolongan. Namun begitu hendak mengangkat tubuh Ete, Anang justru ikut sesak nafas sehingga keduanya roboh dan bertumpuk di dalam sumur tua itu.
Melihat kedua korban tidak berdaya di dalam sumur maut itu, warga Limbang Jaya lainya pun semakin panik untuk memberikan pertolongan. Tapi lain halnya dengan Zainal yang justru nekat terjun ke dalam sumur itu, guna membantu saudara sepupunya Ete. Tapi usaha Zainal itu juga tidak membuahkan hasil, bahkan dirinya sendiri nyaris tewas karena kehabisan oksigen. Alhasil ketiga korban itu bertumpuk di dalam sumur.
Melihat situasi semkain kritis, ratusan warga Limbang Jaya yang berada di bibir sumur menjadi panik. Akhirnya sekitar empat jam barulah evakuasi dilakuan dengan memanfaatkan gas oksigen yang biasa digunakan masyarakat melakukan pandai besi. Sebelumnya gas oksigen tersebut disemprotkan ke dalam sumur. Kemudian satu persatu korban diangkat menggunakan tali.
Sayangnya korban pertama yang berada di dalam sumur yakni Subandi alias Ete tak bisa diselamatkan. Sementara dua korban lainnya, Anang dan Zainal masih bisa diselamatkan, namun kondisinya kritis. Kemudian keduanya langsung dilarikan ke Puskesmas Tanjung Batu untuk mendapatkan pertolongan.
“Kata warga, mereka ini (korban) kehabisan oksigen saat berada di dalam sumur sehingga tidak bisa bernapas. Warga lain mengatakan kalau di dalam sumur ini terdapat gas beracun,” ujar salah seorang warga, Rima menjelaskan.
Menurut Rima, semula Ete hanya ingin membersihkan sumurnya karena terdapat kotoran. Ditambah lagi musim kemarau panjang sehingga sumur tidak terisi air. Tiba-tiba saat berada dalam sumur, Ete menjerit minta tolong.
“Bisa jadi karena kelamaan dalam sumur sekitar enpat jam, Ete langsung meninggal akibat sesak nafas atau kehabisan udara,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Tanjung Batu AKP Edhie Suratno yang berada di lokasi kejadian mengatakan, dugaan kuat penyebab kematian korban karena terhisap gas beracun yang berada di dalam sumur tersebut.
“Ini masih dalam musim kemarau sehingga ada kemungkinan besar di dalam sumur yang telah kering itu mengandung gas beracun. Saat ini kamimasih melakukan penyelidian mendalam atas kasus ini,” jelasnya.
Diduga di dalam sumur tersebut mengandung gas beracun. Satu korban tewas merupakan pemiliknya Subandi alias Ete. Sementara dua korban sekarat Mohammad Nasir alias Anang (26), warga Desa Limbang Jaya II dan Zainal (25), warga Desa Limbang Jaya I Kecamatan Tanjung Batu. Ketiga korban langsung dilarikan ke Puskesmas Tanjung Batu guna mendapatkan perawatan intensif.
Informasi dihimpun, pagi itu sekitar pukul 08.00 WIB, Minggu (26/8/2012), Subandi alias Ete berniat untuk membersihkan sumur tuanya karena kekeringan air. Rupanya belum satu jam berada dalam sumur, Ete merasakan sesak nafas hingga menjerit minta tolong. Mendengar teriakan itu, bergegas warga di sekitar mendekati sumur maut itu.
Karena cukup dalam, warga tidak berani masuk ke dalam sumur tersebut. Namun karena melihat tubuh Ete semakin lemas, temannya Mohammad Nasir alias Anang memberanikan diri masuk ke dalam sumur untuk memberikan pertolongan. Namun begitu hendak mengangkat tubuh Ete, Anang justru ikut sesak nafas sehingga keduanya roboh dan bertumpuk di dalam sumur tua itu.
Melihat kedua korban tidak berdaya di dalam sumur maut itu, warga Limbang Jaya lainya pun semakin panik untuk memberikan pertolongan. Tapi lain halnya dengan Zainal yang justru nekat terjun ke dalam sumur itu, guna membantu saudara sepupunya Ete. Tapi usaha Zainal itu juga tidak membuahkan hasil, bahkan dirinya sendiri nyaris tewas karena kehabisan oksigen. Alhasil ketiga korban itu bertumpuk di dalam sumur.
Melihat situasi semkain kritis, ratusan warga Limbang Jaya yang berada di bibir sumur menjadi panik. Akhirnya sekitar empat jam barulah evakuasi dilakuan dengan memanfaatkan gas oksigen yang biasa digunakan masyarakat melakukan pandai besi. Sebelumnya gas oksigen tersebut disemprotkan ke dalam sumur. Kemudian satu persatu korban diangkat menggunakan tali.
Sayangnya korban pertama yang berada di dalam sumur yakni Subandi alias Ete tak bisa diselamatkan. Sementara dua korban lainnya, Anang dan Zainal masih bisa diselamatkan, namun kondisinya kritis. Kemudian keduanya langsung dilarikan ke Puskesmas Tanjung Batu untuk mendapatkan pertolongan.
“Kata warga, mereka ini (korban) kehabisan oksigen saat berada di dalam sumur sehingga tidak bisa bernapas. Warga lain mengatakan kalau di dalam sumur ini terdapat gas beracun,” ujar salah seorang warga, Rima menjelaskan.
Menurut Rima, semula Ete hanya ingin membersihkan sumurnya karena terdapat kotoran. Ditambah lagi musim kemarau panjang sehingga sumur tidak terisi air. Tiba-tiba saat berada dalam sumur, Ete menjerit minta tolong.
“Bisa jadi karena kelamaan dalam sumur sekitar enpat jam, Ete langsung meninggal akibat sesak nafas atau kehabisan udara,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Tanjung Batu AKP Edhie Suratno yang berada di lokasi kejadian mengatakan, dugaan kuat penyebab kematian korban karena terhisap gas beracun yang berada di dalam sumur tersebut.
“Ini masih dalam musim kemarau sehingga ada kemungkinan besar di dalam sumur yang telah kering itu mengandung gas beracun. Saat ini kamimasih melakukan penyelidian mendalam atas kasus ini,” jelasnya.
(azh)