Usai nenggak miras Otong tewas
Minggu, 26 Agustus 2012 - 02:06 WIB
Usai nenggak miras Otong tewas
A
A
A
Sindonews.com - Usai melakukan pesta minuman keras (miras) seorang pengamen jalanan tewas di depan teras Kantor Pekerjaan Umum (PU) Jalan Surapati, Kota Bandung, Jawa Barat.
Kanitreskrim Polsekta Cibeunying Kidul AKP Achmad Gunawan menjelaskan, awalnya korban bernama Fajar alias Otong (20) pesta miras bersama 14 temannya menenggak dua botol Ciu (arak Jawa) yang dioplos dengan minuman bersoda pada Jumat 24 Agustus 2012 kemarin.
"Otong sebelumnya memang sudah sakit. Setelah pesta miras dia tertidur di depan kantor hingga siang hari,” jelasnya saat ditemui di UGD RS Santo Yusuf, Sabtu (25/8/2012).
Dia menceritakan, sejak tertidur di depan kantor PU itu hingga siang hari Otong tidak kunjung bangun, kedua temannya Rudi dan Asep mencoba membangunkannya. Namun saat dibangunkan Otong sudah tidak bernyawa.
"Selanjutnya, mereka melapor pada kami. Setelah itu, kami bawa Otong ke RS Santo Yusuf," katanya.
Saat dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter rumah sakit dan Inafis Polrestabes Bandung, Otong dinyatakan telah meninggal dunia. "Keluarga Otong menolak visum dan menyatakan menerima kematiannya dengan lapang dada dan sudah suratan takdir ilahi," tuturnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya jasad Otong dibawa ke rumahnya di Jalan Muararajeun untuk dimakamkan di Purbalingga, Jawa Tengah.
Kanitreskrim Polsekta Cibeunying Kidul AKP Achmad Gunawan menjelaskan, awalnya korban bernama Fajar alias Otong (20) pesta miras bersama 14 temannya menenggak dua botol Ciu (arak Jawa) yang dioplos dengan minuman bersoda pada Jumat 24 Agustus 2012 kemarin.
"Otong sebelumnya memang sudah sakit. Setelah pesta miras dia tertidur di depan kantor hingga siang hari,” jelasnya saat ditemui di UGD RS Santo Yusuf, Sabtu (25/8/2012).
Dia menceritakan, sejak tertidur di depan kantor PU itu hingga siang hari Otong tidak kunjung bangun, kedua temannya Rudi dan Asep mencoba membangunkannya. Namun saat dibangunkan Otong sudah tidak bernyawa.
"Selanjutnya, mereka melapor pada kami. Setelah itu, kami bawa Otong ke RS Santo Yusuf," katanya.
Saat dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter rumah sakit dan Inafis Polrestabes Bandung, Otong dinyatakan telah meninggal dunia. "Keluarga Otong menolak visum dan menyatakan menerima kematiannya dengan lapang dada dan sudah suratan takdir ilahi," tuturnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya jasad Otong dibawa ke rumahnya di Jalan Muararajeun untuk dimakamkan di Purbalingga, Jawa Tengah.
(mhd)