Dukung Foke-Nara, PPP bantah pragmatis
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 17:49 WIB
Dukung Foke-Nara, PPP bantah pragmatis
A
A
A
Sindonews.com - Sejak menyatakan dukungan terhadap pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dinilai sebagai partai pragmatis.
Namun dengan tegas Sekjen PPP Romahurmuziy menyatakan dukungan yang diberikan terhadap pasangan incumbent pada putaran kedua Pilgub bukan berdasar politik pramagtis melainkan berdasarkan hasil suara di konstituen PPP di DKI Jakarta.
"Tidak ada pragmatisme dalam dukungan kepada Foke pada putaran kedua," ujar pria akrab disapa Romy ini melalui pesan singkat, Jumat (24/8).
Ketua Komisi IV DPR ini pun menjelaskan jika tidak ada kamusnya, partai mendukung pasangan yang secara sosiologis berbeda secara diametral dengan asas dan lambang partai.
"Sepanjang masih ada calon lain yang komunitasnya lebih sejalan," tandasnya.
Sementara, pernyataan mantan Ketua MPP PPP Bachtiar Chamsyah tentang dukungan PPP kepada Foke-Nara menunjukkan PPP pragmatis. Menurut Romi
karena Bachtiar belum mendapatkan penjelasan dari DPP PPP.
"Pak Bachtiar belum mendapat penjelasan yang memadai dari DPP Partai, itulah kenapa beliau berpendapat demikian. Insya Allah pada waktunya beliau akan mengerti," tukasnya.
Seperti diketahui, mantan ketua MPP PPP Bachtiar Chamsyah menyebut partai yang kini dipimpin Suryadharma Ali itu sudah pragmatis.
"Pada awalnya PPP tidak dukung Foke. Kan watak PPP seperti itu pragmatis," ujar Bachtiar saat menghadiri open house di rumah Jusuf Kalla (JK) di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Senin 20 Agustus 2012.
Ketua PP Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) ini mengatakan, berpikir pragmatis tidak selamanya bagus. Sebab, di putaran pertama PPP mendukung Alex Noerdin-Nono Sampono.
Karena itu, lanjut dia, tidak perlu ada sanksi bagi kader PPP yang tidak mendukung Foke-Nara. Seperti diketahui, kader PPP yang juga Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz adalah pendukung Jokowi-Ahok.
Namun dengan tegas Sekjen PPP Romahurmuziy menyatakan dukungan yang diberikan terhadap pasangan incumbent pada putaran kedua Pilgub bukan berdasar politik pramagtis melainkan berdasarkan hasil suara di konstituen PPP di DKI Jakarta.
"Tidak ada pragmatisme dalam dukungan kepada Foke pada putaran kedua," ujar pria akrab disapa Romy ini melalui pesan singkat, Jumat (24/8).
Ketua Komisi IV DPR ini pun menjelaskan jika tidak ada kamusnya, partai mendukung pasangan yang secara sosiologis berbeda secara diametral dengan asas dan lambang partai.
"Sepanjang masih ada calon lain yang komunitasnya lebih sejalan," tandasnya.
Sementara, pernyataan mantan Ketua MPP PPP Bachtiar Chamsyah tentang dukungan PPP kepada Foke-Nara menunjukkan PPP pragmatis. Menurut Romi
karena Bachtiar belum mendapatkan penjelasan dari DPP PPP.
"Pak Bachtiar belum mendapat penjelasan yang memadai dari DPP Partai, itulah kenapa beliau berpendapat demikian. Insya Allah pada waktunya beliau akan mengerti," tukasnya.
Seperti diketahui, mantan ketua MPP PPP Bachtiar Chamsyah menyebut partai yang kini dipimpin Suryadharma Ali itu sudah pragmatis.
"Pada awalnya PPP tidak dukung Foke. Kan watak PPP seperti itu pragmatis," ujar Bachtiar saat menghadiri open house di rumah Jusuf Kalla (JK) di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Senin 20 Agustus 2012.
Ketua PP Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) ini mengatakan, berpikir pragmatis tidak selamanya bagus. Sebab, di putaran pertama PPP mendukung Alex Noerdin-Nono Sampono.
Karena itu, lanjut dia, tidak perlu ada sanksi bagi kader PPP yang tidak mendukung Foke-Nara. Seperti diketahui, kader PPP yang juga Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz adalah pendukung Jokowi-Ahok.
(lns)