Tahanan Polsekta IT I Palembang tewas
Senin, 20 Agustus 2012 - 11:39 WIB
Tahanan Polsekta IT I Palembang tewas
A
A
A
Sindonews.com - Petugas Jaga Polsekta IT I Palembang, Minggu (19/8) sekitar pukul 22.00 WIB mendadak kaget. Pasalnya seorang tahanan bernama Dayatulah (30) warga Kenten Palembang, Sumatera Selatan (Sulsel) meninggal dunia di sel tahanan.
Diduga penyebab tewasnya tahanan kasus kepemilikan senjata tajam (sajam) karena serangan jantung mendadak. Saat ini jenazah masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, guna divisum lebih lanjut untuk memastikan kematian almarhum.
Kapolsekta IT I Palembang Kompol Dedy Andrianto didampingin Kanit Reskrim, Ipda Bobby Eltarik membenarkan salah satu tahanan mereka meninggal karena sakit.
"Sekitar pukul 19.00 WIB, tahanan atas nama Dayatulah mengeluh dadanya sakit, terus petugas piket kita membawa yang bersangkutan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel, untuk diberikan pertolongan medis. Setelah diperiksa dokter rumah sakit, tahanan kita diberi obat dan boleh dibawa kembali ke Mapolsekta IT I," ungkap Dedy saat ditemui di ruang instalansi gawat darurat (IGD) RS Bhayangkara, Senin dini hari (20/8/2012).
Bahkan keluarga dari tahanan itu, lanjut Dedy juga menyaksikan saat petugas rumah sakit memeriksanya."Kita langsung telpon orangtua tahanan Dayatulah, ibunya datang menyaksikan proses pemeriksaan,"tandasnya.
Namun tiba-tiba, sekitar pukul 22.00 WIB, papar Dedy, sakit tahananya itu kembali kumat. Bahkan sempat muntah di dalam sel tahanan.
"Obat sudah diberi sama susu juga sudah. Mungkin sakitnya sudah parah, saat akan kita bawa kembali ke rumah sakit bhayangkara, dia (almarhum) sudah meninggal dunia," tandasnya.
Untuk diketahui, papar perwira melati satu ini, tersangka Dayatulah ditangkap Pada Sabtu (18/8) sekitar pukul 19.30 WIB di Jalan Jenderal Sudirman depan pos operasi ketupat kita di Bundaran Air Mancur,"jelasnya.
Saat itu, sambung Dedy, sepeda motor tersangka terjatuh akibat sengolan dengan motor lain."Ketika anggota kita membantu memingirkan tersangka dan motornya, ditemukanlah senjata tajam (sajam) jenis pisau dari tangan tersangka,"tukasnya.
Setiba di Polsekta IT I, tersangka langsung diperiksa petugas dalam bentuk beriata acara pemeriksaan (BAP).
"TersangKa akhirnya mengakui pisau itu. Dalam BAP, tersangka juga mengakui sebelum tertangkap sejak Sabtu siang sekitar pukul 15.00 WIB sampai 19.00 WIB, tersangka minum es kacang dulu atau miras jenis mendson dicampur tuak sebanyak tiga botol saat mau jalan itulah motornya terjatuh, diduga karena mabuk berat," katanya.
Di sel tahanan, tersangka juga sempat mengeluh terus dadanya sakit, sehingga sempat dikerok punggung dan dadanya oleh sesama tahanan."Kita belum bisa memastikan secara pasti penyakit yang menyebabkan tersangka ini tewas, bisa serangan jantung mendadak bisa juga over dosis karena miras. Kita akan tunggu hasil visum resmi dokter,"tegasnya.
Namun yang jelas tahanan ini bukan tewas karena penganiayaan atau berkelahi sesama tahanan. Setelah divisum resmi, jenazah almarhum akan diserahkan kembali ke keluarganya.
"Silakan bisa dilihat, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh dan wajah tahanan ini. Hanya saja ada bekas kerikan di punggung belakang dan dada depannya," ujarnya.
Diduga penyebab tewasnya tahanan kasus kepemilikan senjata tajam (sajam) karena serangan jantung mendadak. Saat ini jenazah masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, guna divisum lebih lanjut untuk memastikan kematian almarhum.
Kapolsekta IT I Palembang Kompol Dedy Andrianto didampingin Kanit Reskrim, Ipda Bobby Eltarik membenarkan salah satu tahanan mereka meninggal karena sakit.
"Sekitar pukul 19.00 WIB, tahanan atas nama Dayatulah mengeluh dadanya sakit, terus petugas piket kita membawa yang bersangkutan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel, untuk diberikan pertolongan medis. Setelah diperiksa dokter rumah sakit, tahanan kita diberi obat dan boleh dibawa kembali ke Mapolsekta IT I," ungkap Dedy saat ditemui di ruang instalansi gawat darurat (IGD) RS Bhayangkara, Senin dini hari (20/8/2012).
Bahkan keluarga dari tahanan itu, lanjut Dedy juga menyaksikan saat petugas rumah sakit memeriksanya."Kita langsung telpon orangtua tahanan Dayatulah, ibunya datang menyaksikan proses pemeriksaan,"tandasnya.
Namun tiba-tiba, sekitar pukul 22.00 WIB, papar Dedy, sakit tahananya itu kembali kumat. Bahkan sempat muntah di dalam sel tahanan.
"Obat sudah diberi sama susu juga sudah. Mungkin sakitnya sudah parah, saat akan kita bawa kembali ke rumah sakit bhayangkara, dia (almarhum) sudah meninggal dunia," tandasnya.
Untuk diketahui, papar perwira melati satu ini, tersangka Dayatulah ditangkap Pada Sabtu (18/8) sekitar pukul 19.30 WIB di Jalan Jenderal Sudirman depan pos operasi ketupat kita di Bundaran Air Mancur,"jelasnya.
Saat itu, sambung Dedy, sepeda motor tersangka terjatuh akibat sengolan dengan motor lain."Ketika anggota kita membantu memingirkan tersangka dan motornya, ditemukanlah senjata tajam (sajam) jenis pisau dari tangan tersangka,"tukasnya.
Setiba di Polsekta IT I, tersangka langsung diperiksa petugas dalam bentuk beriata acara pemeriksaan (BAP).
"TersangKa akhirnya mengakui pisau itu. Dalam BAP, tersangka juga mengakui sebelum tertangkap sejak Sabtu siang sekitar pukul 15.00 WIB sampai 19.00 WIB, tersangka minum es kacang dulu atau miras jenis mendson dicampur tuak sebanyak tiga botol saat mau jalan itulah motornya terjatuh, diduga karena mabuk berat," katanya.
Di sel tahanan, tersangka juga sempat mengeluh terus dadanya sakit, sehingga sempat dikerok punggung dan dadanya oleh sesama tahanan."Kita belum bisa memastikan secara pasti penyakit yang menyebabkan tersangka ini tewas, bisa serangan jantung mendadak bisa juga over dosis karena miras. Kita akan tunggu hasil visum resmi dokter,"tegasnya.
Namun yang jelas tahanan ini bukan tewas karena penganiayaan atau berkelahi sesama tahanan. Setelah divisum resmi, jenazah almarhum akan diserahkan kembali ke keluarganya.
"Silakan bisa dilihat, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh dan wajah tahanan ini. Hanya saja ada bekas kerikan di punggung belakang dan dada depannya," ujarnya.
(azh)