Krisis air, PDAM Surabaya enggan bangun IPAM
Rabu, 15 Agustus 2012 - 12:51 WIB
Krisis air, PDAM Surabaya enggan bangun IPAM
A
A
A
Sindonews.com - Bertambahnya pelanggan rumah tangga membuat Perusahaan air minum daerah (PDAM) Surabaya harus bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Sayangnya, PDAM Surabaya enggan untuk membangun Instalasi Pengelolaan Air Minum (IPAM) baru dan lebih memilih pasokan dari mata air Umbulan.
Selama ini kapasitas produksi PDAM Surya Sembada sebesar 9.339 liter per detik dirasa kurang untuk memenuhi kebutuhan air bersih di tiap rumah tangga. Sementara paokan dari mata air umbulan hanya 110 liter per detik.
Direktur Utama (Dirut) PDAM Surya Sembada Ashari Mardiono menuturkan, sebenarnya ada tiga pilihan yang bisa dilakukan untuk menambah kapasitas produksi PDAM. Langkah pertama tetap mengambil air dari Umbulan. Kemudian bisa juga menambah dan memperluas instalasi di Ngagel atau Karangpilang.
“Terakhir kami juga punya pilihan untuk membangun lagi Instalasi Pengelolaan Air Minum (IPAM) Karangpilang IV,” ujar Ashari, Rabu (15/8/2012).
Dari ketiga pilihan itu, katanya, PDAM lebih memilih membeli bahan baku air dari Umbulan. Sebab, biaya yang dikeluarkan PDAM hanya menganti biaya pembelian bahan baku saja. Kalau memakai pilihan menambah kapasitas instalasi tentunya memakan biaya yang lebih besar.
Ia menjelaskan, pembuatan IPAM Karangpilang III saja menelan biaya Rp173 miliar. Besaran biaya itu terjadi pada tahun 2010. Artinya kalau tahun ini dilakukan pembangunan IPAM baru lagi, maka biaya yang dikeluarkan bisa lebih banyak dari pembangunan IPAM Karangpilang III.
Selama ini, katanya, Surabaya memang sudah mendapat pasokan air dari Umbulan. Cuma, jatah volume air yang diberikan terlalu kecil. Surabaya selama ini dapat 110 liter perdetik. Jumlah itu habis di perjalanan saja sampai Waru.
Dengan melihat kebutuhan yang ada, PDAM berharap ada jatah air dari Umbulan untuk Surabaya sebesar 1.500 liter/detik. Dengan jumlah tersebut diyakini mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga di Kota Pahlawan.
“Itu sih harapan kami, tapi semua keputusan tetap ada di tangan Pemprov Jatim,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Pelanggan PDAM Kota Surabaya Darmantoko menuturkan, selama ini keuntungan yang diperoleh PDAM cukup tinggi. Artinya mereka harus bisa mencukupi kebutuhan air bagi pelanggan.
“Jadi layanan yang ada harus bisa ditingkatkan. Biar tak hanya mencari keuntungan saja. Toh biaya untuk perawatan maupun pembuatan instalasi baru sudah ada,” katanya.
Ia melanjutkan, pelanggan tetap ingin layanan prima dari PDAM Surya Sembada. Jangan sampai pasokan air ke tiap rumah terhenti atau mati secara berkala karena kekurangan pasokan air.
“Ini yang jadi catatan penting bagi PDAM untuk segera memperbaiki layanan,” pungkasnya.
Selama ini kapasitas produksi PDAM Surya Sembada sebesar 9.339 liter per detik dirasa kurang untuk memenuhi kebutuhan air bersih di tiap rumah tangga. Sementara paokan dari mata air umbulan hanya 110 liter per detik.
Direktur Utama (Dirut) PDAM Surya Sembada Ashari Mardiono menuturkan, sebenarnya ada tiga pilihan yang bisa dilakukan untuk menambah kapasitas produksi PDAM. Langkah pertama tetap mengambil air dari Umbulan. Kemudian bisa juga menambah dan memperluas instalasi di Ngagel atau Karangpilang.
“Terakhir kami juga punya pilihan untuk membangun lagi Instalasi Pengelolaan Air Minum (IPAM) Karangpilang IV,” ujar Ashari, Rabu (15/8/2012).
Dari ketiga pilihan itu, katanya, PDAM lebih memilih membeli bahan baku air dari Umbulan. Sebab, biaya yang dikeluarkan PDAM hanya menganti biaya pembelian bahan baku saja. Kalau memakai pilihan menambah kapasitas instalasi tentunya memakan biaya yang lebih besar.
Ia menjelaskan, pembuatan IPAM Karangpilang III saja menelan biaya Rp173 miliar. Besaran biaya itu terjadi pada tahun 2010. Artinya kalau tahun ini dilakukan pembangunan IPAM baru lagi, maka biaya yang dikeluarkan bisa lebih banyak dari pembangunan IPAM Karangpilang III.
Selama ini, katanya, Surabaya memang sudah mendapat pasokan air dari Umbulan. Cuma, jatah volume air yang diberikan terlalu kecil. Surabaya selama ini dapat 110 liter perdetik. Jumlah itu habis di perjalanan saja sampai Waru.
Dengan melihat kebutuhan yang ada, PDAM berharap ada jatah air dari Umbulan untuk Surabaya sebesar 1.500 liter/detik. Dengan jumlah tersebut diyakini mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga di Kota Pahlawan.
“Itu sih harapan kami, tapi semua keputusan tetap ada di tangan Pemprov Jatim,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Pelanggan PDAM Kota Surabaya Darmantoko menuturkan, selama ini keuntungan yang diperoleh PDAM cukup tinggi. Artinya mereka harus bisa mencukupi kebutuhan air bagi pelanggan.
“Jadi layanan yang ada harus bisa ditingkatkan. Biar tak hanya mencari keuntungan saja. Toh biaya untuk perawatan maupun pembuatan instalasi baru sudah ada,” katanya.
Ia melanjutkan, pelanggan tetap ingin layanan prima dari PDAM Surya Sembada. Jangan sampai pasokan air ke tiap rumah terhenti atau mati secara berkala karena kekurangan pasokan air.
“Ini yang jadi catatan penting bagi PDAM untuk segera memperbaiki layanan,” pungkasnya.
(ysw)