Berbahaya, Nissan Juke diminta ditarik

Selasa, 14 Agustus 2012 - 18:01 WIB
Berbahaya, Nissan Juke...
Berbahaya, Nissan Juke diminta ditarik
A A A
Sindonews.com - Puluhan orang yang mengatasnamakan diri Lembaga Pengawas Industri dan Perdagangan (LPIP) mendatangi kantor Indomobil di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, menuntut ditariknya kendaraan Nissan Juke yang dianggap tidak layak pakai, dan dapat membahayakan penggunanya.

Aksi yang dimulai sekira pukul 13.00 WIB tersebut sempat memacetkan arus lalu lintas di sekitar kawasan tersebut, karena para pendemo sempat melakukan aksi bakar spanduk, dan memotong ayam sebagai bentuk tolak bala dari serangkaian peristiwa kecelakaan akibat mobil Nissan Juke.

"Kami menuntut pihak PT Indomobil menarik kendaraan Nissan Juke, karena tidak memenuhi standar keamanan dan keselamatan," kata Direktur Hukum dan Advokasi LPIP Mangapul di depan PT Indomobil, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Selasa (14/8/2012).

Mangapul mengatakan, ketidakprofesionalan itu mengakibatkan peristiwa kecelakaan tunggal Nissan Juke yang menewaskan seorang model cantik, Olivia Dewi Soeridja, beberapa waktu lalu.

"Itu bisa dihindari bila PT Indomobil menaati Nissan Motor Corporation (NMC) yang telah mengumumkan akan merecall sekitar 250 ribu unit Nissan Juke dari seluruh dunia pada Desember 2011 lalu," ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan penelitian salah satu lembaga independen di Amerika Serikat, ditemukan adanya pemasangan sensor regulator yang tidak kencang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Hal tersebut, dianggap akan menimbulkan tetesan bahan bakar yang mampu mengakibatkan ledakan ketika terjadi benturan.

"Sangat disayangkan, PT Indomobil dalam melindungi konsumennya. Terlebih dalam kecelakaan itu ditemukan sejumlah keganjilan," lanjutnya.

Lebih lanjut, Mangapul menegaskan, demi memenuhi rasa keadilan bagi semua, pihak Nissan harus bertanggung jawab kepada keluarga korban dari Nissan Juke.

"Kami menuntut Indomobil selaku ATPM yang menjual mobil reject harus bertanggung jawab kepada keluarga korban, dan segera membentuk lembaga National Higway Trafic Safety Administration (NHTSA) yang bertugas menguji keselamatan produk otomotif di Indonesia," tandasnya.
(lil)
Berita Terkait
Jaga Kondusivitas Salatiga,...
Jaga Kondusivitas Salatiga, Wali Kota Ajak Masyarakat Tolak Unjuk Rasa Anarkis
Besok Buruh di Jabar...
Besok Buruh di Jabar Bakal Gelar Aksi unjuk Rasa, Ini Tuntutannya
Diduga Provokator, Polisi...
Diduga Provokator, Polisi Tangkap 8 Pemuda Peserta Demo
Polisi dan Mahasiswa...
Polisi dan Mahasiswa Bentrok di Bangladesh, Enam Orang Tewas!
Demonstran Prancis Bentrok...
Demonstran Prancis Bentrok dengan Aparat Keamanan, 150 Polisi Terluka
Senjata Sonik Ilegal...
Senjata Sonik Ilegal Digunakan untuk Membubarkan 300.000 Demonstran di Serbia
Berita Terkini
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
33 menit yang lalu
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
3 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
7 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
7 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
7 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
10 jam yang lalu
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved