DPRD dan AKD berseteru, SKPD diminta klarifikasi

Senin, 13 Agustus 2012 - 19:14 WIB
DPRD dan AKD berseteru,...
DPRD dan AKD berseteru, SKPD diminta klarifikasi
A A A
Sindonews.com - Pimpinan DPRD Gresik sempat geram dengan ulah oknum satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang dinilai menjadi penyebab perseteruan wakil rakyat dengan Asosiasi Kepala Desa (AKD). DPRD Gresik mendesak agar SKPD memberi klarifikasi.

Sebelumnya, AKD sempat berselisih paham dengan anggota dewan terkait isu dewan menolak permintaan dana pembangunan desa sebesar Rp50 juta yang diajukan eksekutif. Padahal dewan menegaskan kalau pembahasannya belum final.

“Pimpinan DPRD Gresik memanggil beberapa SKPD yang tak hadir dalam hearing tetapi memutarbalikkan fakta yang membuat kondisi Gresik tidak lebih baik,” ujar salah satu anggota dewan yang tak mau namanya ditulis, Senin (13/8/2012).

Padahal, dewan belum diajak musyawarah oleh eksekutif untuk menyatukan visi dalam menggolkan program tersebut. Akibatnya, terjadi tarik ulur yang sengit antara eksekutif dan legislatif dalam pembahasan KUA PPAS APBD 2013.

Celakanya, eksekutif menghembuskan isu kalau dewan menolak alokasi anggaran program percepatan pembangunan infrastruktur desa (PPID) tersebut.

Dalam pantuan, Senin (13/8/2012), tampak Sekkab M Najib, Ketua Bappelitbangda Herman T Sianturi maupun M Yazid dari DPPKAD masuk ke ruang kerja ketua DPRD Gresik, Zulfan Hasyim. Lumayan lama, pejabat tersebut melakukan rapat tertutup.

Namun, Wakil Ketua DPRD Gresik, Nurhamim ketika dikonfirmasi wartawan membantah pihaknya melakukan rapat tertutup dengan agenda memarahi SKPD yang dianggap melakukan provokasi kepada kepala desa. Namun, rapat koordinasi untuk penyelaraskan rencana rancangan peraturan daerah (Ranperda).

“Kita minta, eksekutif dalam mengajukan Ranperda agar waktunya lebih lama dan dilengkapi naskah akademik. Supaya kita memiliki waktu yang cukup dalam membahasanya. Tidak ada kaitan dengan memarahi SKPD,” tukasnya.

Kendati demikian, Nurhamim mengakui kalau pembahasan program PPID belum final. Karena masih banyak pertimbangan dari anggota dewan. Sehingga, progam PPID belum dianggap memenuhi rasa keadilan dan pemerataan apabila alokasi dananya sama. Sebab, kebutuhan dan luas wilayahnya beda.
(ysw)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Dukung Program Pemerintah,...
Dukung Program Pemerintah, Cek Kesehatan Segitiga Telah Jangkau 15.000 Masyarakat
6 menit yang lalu
Pelajar Perakit Bom...
Pelajar Perakit Bom di MAN 3 Padang Belajar dari Internet, Terinspirasi Kasus Bom SMA 72 Jakarta
1 jam yang lalu
Memilukan, Driver Ojol...
Memilukan, Driver Ojol Tewas Ditikam saat Tidur di Pangkalan, Motor dan Ponsel Raib
1 jam yang lalu
Bom Rakitan Meledak...
Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Pelajar Ditangkap Polisi
1 jam yang lalu
Suhu di Papua Barat...
Suhu di Papua Barat Tembus 39,2 Derajat Celsius, Panas Tertinggi di Indonesia
1 jam yang lalu
Cetak Generasi Berkarakter,...
Cetak Generasi Berkarakter, PHG Dirikan Sekolah Dian Harapan di Bandung
1 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved