Tersangkut korupsi, Walikota Medan belum diperiksa

Minggu, 05 Agustus 2012 - 18:10 WIB
Tersangkut korupsi,...
Tersangkut korupsi, Walikota Medan belum diperiksa
A A A
Sindonews.com - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Sumut) belum bisa
melakukan pemeriksaan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi yang juga
menjabat sebagai Walikota Medan, Rahutman Harahap. Pasalnya, pemeriksaan tersangka yang masih aktif menjabat kepala daerah harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari Presiden.

“Sekarang Kejati belum bisa melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan karena harus mendapatkan izin pemeriksaan dari presiden," kata Kajati Sumut, Noor Rachmad saat dihubungi, Minggu (5/8/2012).

Diakuinya, izinnya saja belum diajukan karena masih menunggu keterangan ahli tentang pengelolaan keuangan daerah dari Kementrian Dalam Negeri.

Perlu diketahui, Wali Kota Medan Rahudman Harahap ditetapkan tersangka sejak 26 Oktober 2010 karena diduga melakukan korupsi tunjangan Penghasilan Anggaran Pemerintah Desa (TPAPD) Tahun 2005 di Kabupaten Tapanuli Selatan saat menjadi Sekda Tapanuli Selatan.

Kasus tersebut awalnya diduga merugikan Rp1,5 miliar, kemudian kerugian ditengarai membengkak hingga Rp13,8 miliar.

Noor membantah informasi yang mengabarkan bahwa izin Presiden untuk memeriksa Rahudman sudah keluar pada 31 Juli 2012. Menurut dia, Kejati Sumut belum pernah mengajukan izin pemeriksaan Rahudman kepada Presiden. “Belum. Diajukan (kepada Presiden) juga belum,” ujar dia.

Sementara, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Andhi Nirwanto ,menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada tim penyidik pada Kejaksaan Tinggi Sumut, mengingat kasus ini tengah ditangani di wilayahnya.

Kejagung masih menunggu perkembangan kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara mencapai Rp13,8 miliar tersebut. “Itu kan Kejati Sumut (yang menangani), kita tunggu saja hasil perkembanganya,” kata Jampidsus Andhi Nirwanto akhir pekan lalu.
(ysw)
Berita Terkait
Richard Ohee: Perlu...
Richard Ohee: Perlu Strategi Khusus untuk Tangani Kasus Korupsi di Papua
Kejari Kabupaten Bekasi...
Kejari Kabupaten Bekasi Selamatkan Uang Negara Rp1,1 Miliar
Korupsi Proyek Jalan...
Korupsi Proyek Jalan Rantau Alai-SP Kilip Rp1,2 M, PPK dan Kontraktor Dijebloskan ke Penjara
Usut Dugaan Korupsi,...
Usut Dugaan Korupsi, Tim Kejari Geledah Kantor KPU Kapuas
Mantan Bupati Inhil...
Mantan Bupati Inhil Ditetapkan Tersangka Korupsi Penyertaan Modal BUMD
Kejati Malut Tetapkan...
Kejati Malut Tetapkan Empat Tersangka Kasus Pengadaan Kapal Nautikan
Berita Terkini
Rano Karno Jagokan Spanyol...
Rano Karno Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Prediksi Unggul Tipis dari Argentina
4 jam yang lalu
Rano Karno Kaget Nobar...
Rano Karno Kaget Nobar Final Piala Dunia 2026 di Lapangan Banteng Dihadiri Hampir 14 Ribu Warga
5 jam yang lalu
Semarak Nobar Spanyol...
Semarak Nobar Spanyol vs Argentina di Senayan Park
5 jam yang lalu
Ribuan Warga Mulai Padati...
Ribuan Warga Mulai Padati Nobar Final Piala Dunia 2026 di Lapangan Banteng
5 jam yang lalu
Jambret Bercelurit Ditangkap...
Jambret Bercelurit Ditangkap Petugas Dishub di CFD Rasuna Said, 1 Pelaku Kabur
7 jam yang lalu
Tingkatkan Kompetensi...
Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, USN Kolaka Kolaborasi dengan Ceria-Micromine
8 jam yang lalu
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved