Usai kehilangan senpi, PT Pindad larang wartawan liputan
Minggu, 05 Agustus 2012 - 15:36 WIB
Usai kehilangan senpi, PT Pindad larang wartawan liputan
A
A
A
Sindonews.com - Setelah dilaporkan kehilangan beberapa pucuk sejata api hasil produksinya, PT Pindad kini melarang sejumlah wartawan untuk meliput. Padahal, hari ini, perusahaan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) dalam negeri tersebut kedatangan Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Sejumlah wartawan online, cetak, elektronik, dan fotografer sudah berkumpul untuk meliput kedatangan Dahlan. Namun, saat akan masuk ke area PT Pindad bersama-sama, tiba-tiba tiga orang satpam langsung menghadang dan tidak memberikan izin wartawan masuk untuk meliput.
"Enggak bisa masuk Kang (panggilan Sunda). Kami belum ada perintah (dari atasan)," ujar salah seorang satpam di pintu gerbang masuk PT Pindad, Minggu (5/8/2012).
Sekitar pukul 10.30 WIB, mobil pribadi Dahlan bermerk Mercy hitam nopol L 1 JP melintas masuk PT Pindad. Para jurnalis yang sudah menunggu sejak pukul 09.00 WIB, mencoba konfirmasi lagi ke satpam. "Kami belum dapat konfirmsi dari Humas Pindad," katanya.
Penasaran dengan penghadangan tersebut, lalu wartawan mencoba mengkonfirmasi kepada Kepala Departemen Hukum dan Humas PT Pindad Tuning Rudiyati melalui telepon. Saat di konfirmasi, Tuning membenarkan jika para wartawan dilarang masuk ke area PT Pindad untuk meliput kedatangan Dahlan yang juga dikenal sebagai wartawan senior itu.
"Enggak Mas, enggak boleh diliput," kata Tuning tanpa memberikan alasan jelas.
Kontan saja, jawaban Tuning tersebut membuat kecewa sejumlah wartawan yang sudah menunggu.
Memang belum jelas, kedatangan Dahlan ke pabrik senjata dan kendaraan tempur itu untuk apa. Namun diduga kedataangan Dahlan untuk konfirmasi mengenai raibnya senpi.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu sejumlah senjata api jenis revolver buatan PT Pindad hilang. Kasus yang sudah dilaporkan ke Polrestabes Bandung ini masih dalam penyelidikan.
Namun, pihak PT Pindad mencurigai WH salah seorang penjaga gudang yang telah bekerja sejak 1989 sebagai pelaku pencurian senjata.
Sejumlah wartawan online, cetak, elektronik, dan fotografer sudah berkumpul untuk meliput kedatangan Dahlan. Namun, saat akan masuk ke area PT Pindad bersama-sama, tiba-tiba tiga orang satpam langsung menghadang dan tidak memberikan izin wartawan masuk untuk meliput.
"Enggak bisa masuk Kang (panggilan Sunda). Kami belum ada perintah (dari atasan)," ujar salah seorang satpam di pintu gerbang masuk PT Pindad, Minggu (5/8/2012).
Sekitar pukul 10.30 WIB, mobil pribadi Dahlan bermerk Mercy hitam nopol L 1 JP melintas masuk PT Pindad. Para jurnalis yang sudah menunggu sejak pukul 09.00 WIB, mencoba konfirmasi lagi ke satpam. "Kami belum dapat konfirmsi dari Humas Pindad," katanya.
Penasaran dengan penghadangan tersebut, lalu wartawan mencoba mengkonfirmasi kepada Kepala Departemen Hukum dan Humas PT Pindad Tuning Rudiyati melalui telepon. Saat di konfirmasi, Tuning membenarkan jika para wartawan dilarang masuk ke area PT Pindad untuk meliput kedatangan Dahlan yang juga dikenal sebagai wartawan senior itu.
"Enggak Mas, enggak boleh diliput," kata Tuning tanpa memberikan alasan jelas.
Kontan saja, jawaban Tuning tersebut membuat kecewa sejumlah wartawan yang sudah menunggu.
Memang belum jelas, kedatangan Dahlan ke pabrik senjata dan kendaraan tempur itu untuk apa. Namun diduga kedataangan Dahlan untuk konfirmasi mengenai raibnya senpi.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu sejumlah senjata api jenis revolver buatan PT Pindad hilang. Kasus yang sudah dilaporkan ke Polrestabes Bandung ini masih dalam penyelidikan.
Namun, pihak PT Pindad mencurigai WH salah seorang penjaga gudang yang telah bekerja sejak 1989 sebagai pelaku pencurian senjata.
(azh)