Gara-gara dijambak, BK DPRD turun tangan
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 20:08 WIB
Gara-gara dijambak, BK DPRD turun tangan
A
A
A
Sindonews.com - Tak senang karena rambutnya dijambak, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sidoarjo Juana Sari laporkan kasus ini ke polisi. Namun hingga kini belum ada kelanjutan kasus tersebut. Rencananya, Badan Kehormatan (BK) DPRD Sidoarjo akan turun tangan menyelesaikan kasus ini.
Petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya sudah memeriksa pelapor Juana Sari. Ketua Fraksi PD melaporkan kasus ini, Selasa 31 Juli 2012, setelah pulang dari Bimbingan Teknis (Bintek) yang digelar di Hotel Mercure Jakarta.
Mengenai kelanjutan kasus dugaan penjambakan yang dilakukan anggota FPKB Sidoarjo, Usman, Juana mengaku tidak tahu. "Saya serahkan semua ke polisi," katanya, Jumat (3/8/2012).
Terkait kasus ini, Ketua FPKB Achmad Amir Aslichin mengaku mendukung langkah Badan Kehormatan (BK) DPRD Sidoarjo yang akan memanggil Usman maupun Juana Sari.
Langkah itu diperlukan untuk mencari jalan keluar terbaik. "Saya mohon pemanggilan ini bisa secepatnya dilaksanakan sehingga permasalahannya bisa segera tuntas,” tandasnya. Amir berharap, perselisihan di dewan bisa segera tuntas.
Seperti diketahui, kegiatan Bintek di Hotel Mercure, Jakarta diwarnai kericuhan antara Juanasari, Choirut Tafta Zani, dan H Usman. Lantaran emosi, H Usman dikabarkan menjambak Juanasari yang kemudian melaporkannya ke Polda Metro Jaya.
Usman sendiri membantah telah melakukan perbatan tersebut. Bahkan ia balik mengancam akan melaporkan Juana karena telah mencemarkan nama baiknya.
Petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya sudah memeriksa pelapor Juana Sari. Ketua Fraksi PD melaporkan kasus ini, Selasa 31 Juli 2012, setelah pulang dari Bimbingan Teknis (Bintek) yang digelar di Hotel Mercure Jakarta.
Mengenai kelanjutan kasus dugaan penjambakan yang dilakukan anggota FPKB Sidoarjo, Usman, Juana mengaku tidak tahu. "Saya serahkan semua ke polisi," katanya, Jumat (3/8/2012).
Terkait kasus ini, Ketua FPKB Achmad Amir Aslichin mengaku mendukung langkah Badan Kehormatan (BK) DPRD Sidoarjo yang akan memanggil Usman maupun Juana Sari.
Langkah itu diperlukan untuk mencari jalan keluar terbaik. "Saya mohon pemanggilan ini bisa secepatnya dilaksanakan sehingga permasalahannya bisa segera tuntas,” tandasnya. Amir berharap, perselisihan di dewan bisa segera tuntas.
Seperti diketahui, kegiatan Bintek di Hotel Mercure, Jakarta diwarnai kericuhan antara Juanasari, Choirut Tafta Zani, dan H Usman. Lantaran emosi, H Usman dikabarkan menjambak Juanasari yang kemudian melaporkannya ke Polda Metro Jaya.
Usman sendiri membantah telah melakukan perbatan tersebut. Bahkan ia balik mengancam akan melaporkan Juana karena telah mencemarkan nama baiknya.
(ysw)