Jimly tak mau hadiri panggilan Panwaslu
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 16:43 WIB
Jimly tak mau hadiri panggilan Panwaslu
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (KPP) Jimly Asshiddiqie batal menghadiri panggilan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta.
Melalui Blackberry Messanger (BBM) yang dikirimkan, Jimly menyatakan jika dia membiarkan Panwaslu yang memutuskannya.
"Biar Panwaslu putuskan saja yang terbaik. Tokoh semuanya sudah jelas, tinggal diputuskan saja dengan tegas dan tidak berlama-lama agar masalah tidak melebar. Saya tidak perlu ikut campur. Apalagi ini bulan suci Ramadan yang mesti dihormati. Semua pihak juga harus saling menghormati. Jangan menyerang, menghasut apalagi menghina suku, agama, ras dan antargolongan (SARA)," papar Jimly di Jakarta, Jumat (3/8/2012).
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, dipanggil Panwaslu terkait isu SARA yang tengah panas yang melibatkan raja dangdut Rhoma Irama. Rhoma Irama menyampaikan ceramah yang mengandung SARA yang disampaikan saat salat tarawih di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu 29 Juli 2012 lalu.
Baik Rhoma maupun Jimly datang dipanggilan Panwaslu terkait isu SARA, yang diduga menyerang Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta yang lain. Namun, keduanya sama-sama tidak hadir memenuhi panggilan.
Rhoma beralasan jika dirinya hari ini harus menghadiri khotbah Jumat, sedangkan Jimly beralasan jika dia harus mengajar hari ini.
Melalui Blackberry Messanger (BBM) yang dikirimkan, Jimly menyatakan jika dia membiarkan Panwaslu yang memutuskannya.
"Biar Panwaslu putuskan saja yang terbaik. Tokoh semuanya sudah jelas, tinggal diputuskan saja dengan tegas dan tidak berlama-lama agar masalah tidak melebar. Saya tidak perlu ikut campur. Apalagi ini bulan suci Ramadan yang mesti dihormati. Semua pihak juga harus saling menghormati. Jangan menyerang, menghasut apalagi menghina suku, agama, ras dan antargolongan (SARA)," papar Jimly di Jakarta, Jumat (3/8/2012).
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, dipanggil Panwaslu terkait isu SARA yang tengah panas yang melibatkan raja dangdut Rhoma Irama. Rhoma Irama menyampaikan ceramah yang mengandung SARA yang disampaikan saat salat tarawih di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu 29 Juli 2012 lalu.
Baik Rhoma maupun Jimly datang dipanggilan Panwaslu terkait isu SARA, yang diduga menyerang Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta yang lain. Namun, keduanya sama-sama tidak hadir memenuhi panggilan.
Rhoma beralasan jika dirinya hari ini harus menghadiri khotbah Jumat, sedangkan Jimly beralasan jika dia harus mengajar hari ini.
(mhd)