Gerbang panti sosial jebol, 45 orang kabur
Senin, 30 Juli 2012 - 16:03 WIB
Gerbang panti sosial jebol, 45 orang kabur
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya 45 siswa rehabilitasi penghuni Panti Sosial Karya Mulya Jaya di Komplek Depsos, Jakarta Timur, melarikan diri. Puluhan siswa kabur setelah panti diserang dan dirusak sekelompok orang, sekira pukul 06.00 WIB, kemarin.
Sekelompok orang tersebut melakukan perusakan dengan menjebol gerbang panti, setelah ditolak memaksa masuk untuk membesuk siswa rehabilitasi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya belum berhasil membawa kembali siswa rehabilitasi ke panti. Namun, pelaku perusakan sudah berhasil ditangkap.
"Wasim, 44 tahun warga Cikarang Selatan, kami tangkap karena dia yang membuka paksa pintu panti sehingga jebol dan membuat 45 penghuni panti kabur," jelas Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Senin (30/7/2012).
Adapun kronologi kejadian itu menurut Rikwanto, diawali kedatangan dua pria ke panti untuk membesuk. Salah seorang pria tersebut adalah Wasim. Karena hari libur, mereka tak diizinkan besuk.
Kecewa tak diizinkan masuk, kedua orang lantas membawa 60 orang rekannya, kemudian mendorong pintu gerbang panti hingga jebol.
Rikwanto sendiri belum mengetahui pasti apa latar belakang Wasim senekat itu. Kemudian siapa siswa rehabilitasi yang ingin dibesuk Wasim juga belum diketahui. Apakah, kedatangan Wasim dengan larinya siswa rehabilitasi itu juga masih diselidiki.
Sekelompok orang tersebut melakukan perusakan dengan menjebol gerbang panti, setelah ditolak memaksa masuk untuk membesuk siswa rehabilitasi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya belum berhasil membawa kembali siswa rehabilitasi ke panti. Namun, pelaku perusakan sudah berhasil ditangkap.
"Wasim, 44 tahun warga Cikarang Selatan, kami tangkap karena dia yang membuka paksa pintu panti sehingga jebol dan membuat 45 penghuni panti kabur," jelas Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Senin (30/7/2012).
Adapun kronologi kejadian itu menurut Rikwanto, diawali kedatangan dua pria ke panti untuk membesuk. Salah seorang pria tersebut adalah Wasim. Karena hari libur, mereka tak diizinkan besuk.
Kecewa tak diizinkan masuk, kedua orang lantas membawa 60 orang rekannya, kemudian mendorong pintu gerbang panti hingga jebol.
Rikwanto sendiri belum mengetahui pasti apa latar belakang Wasim senekat itu. Kemudian siapa siswa rehabilitasi yang ingin dibesuk Wasim juga belum diketahui. Apakah, kedatangan Wasim dengan larinya siswa rehabilitasi itu juga masih diselidiki.
(lns)