Polda imbau para orangtua lebih waspada
Senin, 30 Juli 2012 - 11:24 WIB
Polda imbau para orangtua lebih waspada
A
A
A
Sindonews.com - Menyangkut aksi sweeping yang kerap terjadi selama bulan suci Ramadan, Polda Metro Jaya mengimbau agar orangtua lebih waspada, dan menasehati anak-anaknya yang masih remaja untuk tidak termakan hasutan melakukan tindakan kriminal saat sweeping malam hari.
Hal ini buntut dari kejadian di cafe De Most, Jalan Veteran Raya Kav 8 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu 28 Juli 2012, pukul 23.00 WIB lalu.
"Bagi orangtua yang punya anak atau keluarga yang tergabung dalam ormas, tolong diwanti-wanti putranya agar tidak gampang terhasut. Terlebih ikut serta dalam aksi sweeping," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar, Rikwanto, di Jakarta, Senin (30/7/2012).
Sebagaimana diketahui 62 orang anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) diamankan pihak kepolisian saat mereka melakukan sweeping. Dari 62 orang tersebut, diketahui 41 orang berusia di bawah umur, dan 21 lainnya orang dewasa.
Polisi sendiri telah menetapkan 23 orang tersangka dengan empat tersangka inti termasuk kepala kelompok ini, yaitu Habib Bahar. Ironisnya, dari empat tersangka inti ada dua tersangka di bawah umur, yaitu RW dan IW karena didapati membawa senjata tajam. (mhd)
Hal ini buntut dari kejadian di cafe De Most, Jalan Veteran Raya Kav 8 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu 28 Juli 2012, pukul 23.00 WIB lalu.
"Bagi orangtua yang punya anak atau keluarga yang tergabung dalam ormas, tolong diwanti-wanti putranya agar tidak gampang terhasut. Terlebih ikut serta dalam aksi sweeping," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar, Rikwanto, di Jakarta, Senin (30/7/2012).
Sebagaimana diketahui 62 orang anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) diamankan pihak kepolisian saat mereka melakukan sweeping. Dari 62 orang tersebut, diketahui 41 orang berusia di bawah umur, dan 21 lainnya orang dewasa.
Polisi sendiri telah menetapkan 23 orang tersangka dengan empat tersangka inti termasuk kepala kelompok ini, yaitu Habib Bahar. Ironisnya, dari empat tersangka inti ada dua tersangka di bawah umur, yaitu RW dan IW karena didapati membawa senjata tajam. (mhd)
(hyk)