Warga di Sumba Timur tolak ekplorasi emas

Kamis, 26 Juli 2012 - 11:50 WIB
Warga di Sumba Timur...
Warga di Sumba Timur tolak ekplorasi emas
A A A
Sindonews.com - Warga Desa Tahang, Kecamatan Pinu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menolak aktivitas eksplorasi emas yang dilakukan PT Fathi Resources (FR). Warga menilai, kehadiran PT FR menuai banyak kontroversi di kalangan warga sekitar.

Para Tokoh Masyarakat (Tomas) setempat mewakili ratusan kepala keluarga di desa tersebut telah melayangkan surat penolakan dan pengaduan ke Bupati Sumba Timur dan DPRD Sumba Timur.

salah seorang tokoh adat, Umbu H Kambunggoru (55) mengatakan 415 warga di Desa Tahang menolak ekplorasi emas yang dilakukan PT FR. Menurut Umbu, kehadiran PT FR merupakan bentuk penjajahan dan kerap mengadu domba warga sekitar.

"Hubungan sosial kemasyarakatan di Desa Tahang jadi terganggu. Aktivitas PT FR mengganggu keharmonisan warga," ujar Kambunggoru menjelaskan kepada wartawan, Kamis (26/7/2012).

Umbu juga mengatakan, pihaknya sudah mendatangi DPRD Sumba Timur pada 23 Juli lalu. Warga meminta kepada DPRD untuk secepatnya menyikapi permasalahan tersebut. Warga juga menyesali sikap Kepala Desa Tahang Umbu Njaka Ata yang justru mendukung ekplorasi emas tersebut.

"Kami siap korbankan jiwa raga untuk menjaga kesucian tanah leluhur di sini. Pemerintah harus cepat mengambil sikap," tandasnya.

Aktivitas eksplorasi PT FR dalam bentuk pengeboran berada di sekitar areal Taman Nasional Hutan Lai Wanggi-Wanggameti. Aktivitas ini dinilai melukai hati masyarakat setempat karena memasuki hutan pemali (larangan) yang dikeramatkan sesuai adat budaya setempat.

Eksplorasi yang dilakukan oleh PT FR terlaksana, karena adanya izin dari Gubernur NTT berdasarkan rekomendasi dari Bupati Sumba Timur. Namun dalam pelaksanaannya sering mendapat kecaman dan penolakan warga, karena dinilai berpotensi merusakan alam juga akan berujung pada kegiatan eksploitasi.

Penolakan warga itu sejalan dengan sikap politis DPRD setempat yang juga telah menyatakan penolakan dan meminta aktivitas eksplorasi dihentikan.
(azh)
Berita Terkait
Mencekam! Bentrokan...
Mencekam! Bentrokan Pecah di Konawe, Warga Protes Debu Batu Bara Dibalas Tembakan Gas Air Mata
Kantor Bawaslu Bengkulu...
Kantor Bawaslu Bengkulu Selatan Kembali Didemo, Massa Bawa Keranda Mayat
Terancam, Tenaga Medis...
Terancam, Tenaga Medis dan Warga Pendatang Mengungsi Tinggalkan Kobakma Papua
Camat Parung Panjang...
Camat Parung Panjang Ngumpet di Kantor, Massa Demo dan Aparat Saling Dorong
Warga Ramai-ramai Kepung...
Warga Ramai-ramai Kepung Kantor Camat Parung Panjang, Sindir Pungli: Ada Uang Seratus, Jalan Lu Mulus
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
2 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
3 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved