Dana BOS Aceh Besar rawan penyelewengan
Kamis, 19 Juli 2012 - 19:11 WIB
Dana BOS Aceh Besar rawan penyelewengan
A
A
A
Sindonews.com - Lembaga Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Aceh mensinyalir penyaluran dan penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kabupaten Aceh Besar rawan penyelewengan.
Direktur Pattiro Aceh Teuku Zulyadi mengatakan, pengelolaan dana BOS di Aceh Besar tidak transparan. Pengawasan masyarakat juga minim hingga rawan penyimpangan.
“Beberapa temuan fakta yang menjadi masalah dalam sistim penggunaan dana BOS ini, menurut kami harus segera ditindaklanjuti dan diselesaikan oleh instansi terkait,” kata Zulyadi menjelaskan kepada wartawan, Kamis (19/7/2012).
Dinas Pendidikan Provinsi Aceh pada triwulan II 2012 menyalurkan Rp5,7 miliar untuk Aceh Besar. Berdasarkan data triwulan II 2012 dari Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, total dana BOS yang disalurkan di Aceh Besar mencapai Rp5,7 miliar. Untuk Sekolah Dasar (SD) disalurkan Rp3,9 miliar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) senilai Rp1,8 miliar.
Jumlah SD penerima dana BOS sebanyak 204 unit sekolah dengan jumlah siswa mencapai 26.844 orang. Sedangkan SMP sebanyak 64 sekolah dengan total siswa 9.954 orang.
Menurut Zulyadi meski itu dana publik, masih banyak sekolah yang belum terbuka dalam pengelolaan dan penggunaan dana BOS. Seharusnya informasi penggunaan dana itu harus transparan dan mudah diakses.
Pattiro sempat menguji akses informasi dana BOS di enam SD dan SMP dalam Kecamatan Darussalam. Hasilnya ditemukan tiga sekolah enggan memperlihatkan laporan penggunaan dana BOS, dengan alasan harus ada surat rekomendasi dari Dinas Pendidikan Aceh Besar untuk mengetahuinya.
“Sedangkan tiga sekolah lainnya memberikan secara terbuka dan dibolehkan untuk diperbanyak tanpa harus mengantongi surat izin,” kata Zulyadi.
Direktur Pattiro Aceh Teuku Zulyadi mengatakan, pengelolaan dana BOS di Aceh Besar tidak transparan. Pengawasan masyarakat juga minim hingga rawan penyimpangan.
“Beberapa temuan fakta yang menjadi masalah dalam sistim penggunaan dana BOS ini, menurut kami harus segera ditindaklanjuti dan diselesaikan oleh instansi terkait,” kata Zulyadi menjelaskan kepada wartawan, Kamis (19/7/2012).
Dinas Pendidikan Provinsi Aceh pada triwulan II 2012 menyalurkan Rp5,7 miliar untuk Aceh Besar. Berdasarkan data triwulan II 2012 dari Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, total dana BOS yang disalurkan di Aceh Besar mencapai Rp5,7 miliar. Untuk Sekolah Dasar (SD) disalurkan Rp3,9 miliar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) senilai Rp1,8 miliar.
Jumlah SD penerima dana BOS sebanyak 204 unit sekolah dengan jumlah siswa mencapai 26.844 orang. Sedangkan SMP sebanyak 64 sekolah dengan total siswa 9.954 orang.
Menurut Zulyadi meski itu dana publik, masih banyak sekolah yang belum terbuka dalam pengelolaan dan penggunaan dana BOS. Seharusnya informasi penggunaan dana itu harus transparan dan mudah diakses.
Pattiro sempat menguji akses informasi dana BOS di enam SD dan SMP dalam Kecamatan Darussalam. Hasilnya ditemukan tiga sekolah enggan memperlihatkan laporan penggunaan dana BOS, dengan alasan harus ada surat rekomendasi dari Dinas Pendidikan Aceh Besar untuk mengetahuinya.
“Sedangkan tiga sekolah lainnya memberikan secara terbuka dan dibolehkan untuk diperbanyak tanpa harus mengantongi surat izin,” kata Zulyadi.
(azh)