Disdik Khawatir Bantuan Kuota Internet ke Siswa Disalahgunakan
Minggu, 03 Mei 2020 - 14:30 WIB
loading...
Dinas Pendidikan Makassar khawatir siswa bakal salahgunakan bantuan kouta internet daei dana BOS untuk masksimalkan belajar daring. Foto: Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, khawatir bantuan kuota bagi siswa tidak bisa optimal lantaran dapat disalahgunakan siswa untuk keperluan lain.
Plt Kepala Disdik Kota Makassar Abdul Rahman Bando menjelaskan bahwa meski telah ada instruksi langsung dari menteri pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud), perihal peruntukan anggaran yang dapat digunakan untuk peningkatan pembelajaran daring, bantuan kuota bagi siswa masih menjadi perdebatan di tingkat kepala sekolah.
"Yang menjadi problem, jangan sampai itu (kuota) dipake main," katanya.
Terlebih jangka waktu paket ideal diberikan selama sebulan sehingga hal ini memerlukan perhatian khusus agak pemakaian dapat dikontrol, Rahman menjelaskan, hal ini menjadi tanggung jawab dari kepala sekolah untuk memberikan pembatasan-pembatasan tersebut ke siswa penerima bantuan.
"Tetap ada nanti pembatasan dari kepala sekolahnya, nanti ke kepala sekolah tenyakan bagaimana teknisnya," ujar Rahman.
Yang pasti siswa yang kurang mampu merupakan pemberian bantuan utama dan prioritas, dengan jumlah siswa yang cukup banyak dipastikan tidak semua akan menikmati bantuan itu.
Meski masih menjadi perdebatan, bantuan kuota telah berjalan terhadap para guru di sejumlah sekolah, hal ini bahkan telah dimassifkan setelah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar.
Plt Kepala Disdik Kota Makassar Abdul Rahman Bando menjelaskan bahwa meski telah ada instruksi langsung dari menteri pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud), perihal peruntukan anggaran yang dapat digunakan untuk peningkatan pembelajaran daring, bantuan kuota bagi siswa masih menjadi perdebatan di tingkat kepala sekolah.
"Yang menjadi problem, jangan sampai itu (kuota) dipake main," katanya.
Terlebih jangka waktu paket ideal diberikan selama sebulan sehingga hal ini memerlukan perhatian khusus agak pemakaian dapat dikontrol, Rahman menjelaskan, hal ini menjadi tanggung jawab dari kepala sekolah untuk memberikan pembatasan-pembatasan tersebut ke siswa penerima bantuan.
"Tetap ada nanti pembatasan dari kepala sekolahnya, nanti ke kepala sekolah tenyakan bagaimana teknisnya," ujar Rahman.
Yang pasti siswa yang kurang mampu merupakan pemberian bantuan utama dan prioritas, dengan jumlah siswa yang cukup banyak dipastikan tidak semua akan menikmati bantuan itu.
Meski masih menjadi perdebatan, bantuan kuota telah berjalan terhadap para guru di sejumlah sekolah, hal ini bahkan telah dimassifkan setelah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar.
Lihat Juga :