HNW: Quick count harus setelah pemungutan suara
Rabu, 11 Juli 2012 - 09:38 WIB
HNW: Quick count harus setelah pemungutan suara
A
A
A
Sindonews.com - Calon gubernur (cagub) DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid meminta lembaga survei untuk tidak mengumumkan hasil penghitungan cepat (quick count) sebelum seluruh proses pemungutan suara selesai dilakukan.
"Saya setuju dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, kalau itu (quick count) harus dilakukan setelah selesai masa pencoblosan," kata pria yang dikenal dengan HNW itu di TPS 013 kelurahan Bangka, Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2012).
Dia mengungkapkan, pihaknya hanya mempercayai hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh orang-orang yang terpercaya, dan tidak dibiayai pihak tertentu. Pasalnya, belakangan marak ditemukan lembaga survei melakukan survei elektabilitas atas pesanan pihak tertentu.
"Quick count, saya percaya kalau itu dilaksanakan oleh orang-orang yang dipercaya. Kalau sudah ketahuan dia biasa dibiayai oleh pihak-pihak tertentu, maka itu tidak dapat dipercaya," ungkapnya.
Sekedar diketahui, dalam pemungutan suara yang dilaksanakan pada Rabu (11/7/2012) ini diikuti oleh enam pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta. yakni pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Hendardji Soepandji-A Riza Patria, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, Alex Noerdin-Nono Sampono, dan Faisal Basri-Biem Benjamin.
"Saya setuju dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, kalau itu (quick count) harus dilakukan setelah selesai masa pencoblosan," kata pria yang dikenal dengan HNW itu di TPS 013 kelurahan Bangka, Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2012).
Dia mengungkapkan, pihaknya hanya mempercayai hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh orang-orang yang terpercaya, dan tidak dibiayai pihak tertentu. Pasalnya, belakangan marak ditemukan lembaga survei melakukan survei elektabilitas atas pesanan pihak tertentu.
"Quick count, saya percaya kalau itu dilaksanakan oleh orang-orang yang dipercaya. Kalau sudah ketahuan dia biasa dibiayai oleh pihak-pihak tertentu, maka itu tidak dapat dipercaya," ungkapnya.
Sekedar diketahui, dalam pemungutan suara yang dilaksanakan pada Rabu (11/7/2012) ini diikuti oleh enam pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta. yakni pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Hendardji Soepandji-A Riza Patria, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, Alex Noerdin-Nono Sampono, dan Faisal Basri-Biem Benjamin.
(lil)